FORUM SERDANG BEDAGAI | “Dengan menabung kita akan menjelajahi dunia” kalimat dahsyat yang memiliki makna mendalam tersebut disampaikan Tokoh Pemekaran Kabupaten Serdang Bedagai Syafaruddin yang juga Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Serdang Bedagai saat bertemu di warung kopi di depan kediamannya, Jum’at Malam (06/10/2023).
Syafaruddin yang akrab dipanggil sehari-hari dengan sebutan Udin Sirip memberikan motivasi untuk para generasi penerus bangsa khususnya generasi pemuda yang ada di Kabupaten Serdang Bedagai.
Saat bercerita santai sembari menikmati segelas teh, Udin Sirip yang merupakan mantan Ketua Komisi D DPRD Sergai mengatakan bahwa ia pernah menjalani hidup yang pahit dan susah sejak masa kecilnya.
“Hal yang selalu ku tanamkan di dalam diri aku dari kecil hingga sekarang adalah menabung” ucap Udin Sirip yang juga merupakan mantan Ketua DPC HNSI Serdang Bedagai.
Lanjutnya, selain menabung aku harus punya cita-cita, dengan adanya cita-cita aku akan menjadi semangat. Punya cita-cita dan dibarengi dengan menabung.
“Prinsipnya biarlah aku bersakit selama 10 tahun, tapi hasilnya akan aku nikmati selama-lamanya” ujar Udin Sirip yang juga dikenal masyarakat sebagai tokeh ikan yang sangat dermawan dan peduli dengan warga kecil yang membutuhkan.
Kemudian Udin Sirip menceritakan bagaimana prinsip tersebut bisa ia terapkan dengan konsisten. Ternyata ada petuah dahsyat yang memiliki makna mendalam dari sang ayah dibalik suksesnya saat ini.
Dikatakan Udin Sirip almarhum ayahku pernah berpesan, dan pesan ini lah yang menjadi pegangan hidupku hingga saat ini. Waktu itu seusai sholat Isya kami makan bersama, selesai makan ayahku bercerita. Kebetulan diantara Sembilan anaknya, cuma aku yang paling dekat dengannya.
Lanjutnya, disaat itu ayah menyampaikan pesan untuk ku. “Nanti kalau kamu sudah besar (sejenak cerita terhenti, Syafaruddin meneteskan air mata seraya melanjutkan pesan sang ayah) Ada dua yang harus kamu miliki : yang pertama kamu berilmu, yang kedua kamu harus punya uang. Kalau dua-duanya ini bisa kamu miliki, kamu kerja hanya menggunakan telunjuk tangan.” Jelas Udin Sirip yang masih meneteskan air mata.
Lanjut lagi Udin Sirip bercerita pesan sang ayah, tapi jika tidak dapat dua-duanya kamu miliki, satu kamu harus punya ilmu. Ketika kamu punya Ilmu, kamu akan berguna untuk orang dan tidak akan susah untuk mencari makan. Tapi jika keduanya tidak kamu miliki, nasibmu akan serupa dengan ayah hanya jadi seorang pelaut/nelayan.
Dilanjutkannya lagi sembari mengulangkan pesan ayahnya sewaktu tahun 1970 an, pekerjaan tersulit dimuka bumi ini adalah pelaut/nelayan, kenapa sulit? Kamu bayangkan, orang lagi enak-enak tidur. Ayah berangkat kelaut mencari ikan. Dan yang ku hadapi di laut ini ada tiga : Pertama dingin, Kedua panas dan yang Ketiga adalah badai.
“Jadi sesulit-sulitnya kerja adalah nelayan kata ayahku, mudah-mudahan kamu tidak seperti itu.” Ungkap Udin Sirip sambil mengusap air mata yang membasahi pipinya.
Dijelaskan Udin Sirip, itulah yang memotivasi aku untuk terus menabung, dan pesan itu ku jadikan pegangan hidupku hingga saat ini.
“Ketika dulu di pajak, padahal cukup dekat antara pajak kerumah. Tapi bisa seminggu aku tak pulang, kenapa? Ya di pajak itu aja, terkadang ikut ngantar ikan ke Medan. Kalo pakaian jangan ditanya, seminggu baru tercuci. Prinsip yang ku tanam di dalam diriku cuma satu, “aku punya cita-cita”
Lanjutnya lagi, karna aku terus berusaha dan berdoa, dan aku yakin Allah tak mungkin tidak mengabulkan Do’a ku. Kecuali aku hanya berdoa tanpa usaha.
“Alhamdulillah sampai saat ini aku kerja hanya menggunakan telunjuk tangan” ujar Udin Sirip sembari berharap ceritanya menjadi motivasi untuk para pemuda yang ingin hidupnya sukses.
Turut hadir dalam diskusi malam tersebut Ketua DKAC Garda Bangsa Kecamatan Teluk Mengkudu Gusti Rendy, Tokoh Pemuda Edwin Yatim, dan beberapa pemuda serta masyarakat Teluk Mengkudu. (Fani Aulia)







