Dadan Hindayana CS Kualat Kepada Washliyah, GPA dan HIMMAH Dukung Penegakan Hukum Korupsi MBG

IMG 20260610 WA0126

FORUM JAKARTA | Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana CS, mendapat perhatian serius dari dua organisasi otonom Al Washliyah, yakni Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA) dan Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH). Kedua organisasi itu menyatakan dukungan penuh terhadap langkah penegakan hukum yang dilakukan Kejaksaan Agung.

Ketua Umum PP GPA, H. Aminullah Siagian, menilai kasus yang menjerat Dadan Hindayana CS menjadi pelajaran penting dalam pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, kasus korupsi yang menjerat Dandan Hidayana CS itu adalah bahagian dari kualat, yaitu kualat Dadan CS kepada Al Washliyah.

“Dadan ini kualat. Di saat program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo ini dikelola dengan nepotisme, maka beginilah jadinya. Apalagi tidak melibatkan Al Washliyah,” ungkap Aminullah.

Hal senada juga disampaikan Ketua Umum PP HIMMAH Abdul Razak Nasution. Ia mengatakan banyak perusahaan yang terafiliasi dengan Dadan CS sehingga Dadan meraup keuntungan kurang lebih Rp 1 miliar/ hari. “Kejagung harus mengusut kasus ini sampai ke akar-akarnya, periksa semua nama-nama besar yang terlibat dan pidanakan,” tegasnya.

Lanjut Razak, program mulia Presiden Prabowo ini harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya oleh anggota Kabinet Merah Putih dan Kepala BGN yang merupakan Pembantu Presiden.

“Pembantu itu tugasnya membantu, ya pembantu harus tau diri la, jangan banyak gerakan tambahan dan memanfaatkan ketulusan hati Pak Prabowo yang ingin mencetak Generasi Emas 2045 dengan memperbaiki kualitas SDM melalui pemenuhan gizi anak, ibu hamil, dan menyusui,” jelasnya.

“Kami Angakatan Muda Al Washliyah yakni HIMMAH dan GPA mengawal kasus ini serta mendukung sepenuhnya Kejagung untuk membongkar kasus ini agar adanya efek jera kepada tikus-tikus berdasi,” tukasnya. (re)