Ketua HIMMAH DKI Dukung Kapolda Metro Jaya, Sesalkan Yusril Terkait Tersangka Firli

IMG 20240119 WA0260
Ketua PW HIMMAH DKI JAKARTA Sahala Pohan

FORUM JAKARTA  |  Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) DKI Jakarta, Sahala Pohan, menyesalkan Yusril Ihza Mahendra yang meminta kasus dugaan pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dengan tersangka eks Ketua KPK Firli Bahuri, segera dihentikan.

“Permintaan penghentian kasus dugaan pemerasan tersebut, sangat kurang baik. Kita menilai permintaan Yusril itu terlalu berlebihan untuk membela orang ya ng tersandung hukum,” ucap Sahala Pohan menjawab wartawan, Jumat (19/1/2024).

Menurut Sahala, permintaan penghentian kasus dugaan pemerasan sangat kurang baik disampaikan oleh seorang pakar hukum tata negara. Apalagi selama ini sosok Yusril dikenal sebagai sang pembela tegaknya supremasi hukum yang berkeadilan di negara ini. “Tak elok sang pembela tegaknya supremasi hukum tiba tiba kok mengusulkan atau meminta kasus yang sudah ditetapkan tersangkanya dihentikan,” tuturnya.

Karena itulah, kata Sahala, sangat patut dan layak semua rakyat Indonesia mendukung langkah langkah atas keberanian dan keseriusan Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto dalam menyelesaikan kasus dugaan pemerasan mantan Mentan SYL oleh eks Ketua KPK Firli Bahuri. “Keberanian dan keseriusan Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto dalam melakukan proses hukum terkait kasus ini, sangat patut diapresiasi dan didukung,” kata Sahala Pohan.

Sekadar mengingatkan bahwa Yusril sebelumnya menyampaikan usulan pemberhentian kasus pemerasan di Bareskrim, Senin (15/1/2024).

Yusril juga berbicara soal faktor-faktor yang bisa meringankan Firli, salah satunya pandangan tentang foto pertemuan Firli dan SYL. Yusril menyebut foto pertemuan tersebut tidak membuktikan adanya pemerasan.

“Jadi mengenai foto, tadi sudah saya jelaskan mengenai foto itu, dan menurut saya foto itu tidak bisa menerangkan apa-apa. Ada foto orang lagi duduk kayak gitu kan nggak (pemerasan),” kata dia .

Seterusnya, karena tidak cukup bukti Yusril pun meminta kasus dugaan pemerasan Firli Bahuri terhadap SYL dihentikan. Yusril menyebut penghentian kasus pemerasan tersebut untuk menjaga suasana kondusif.

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto memastikan akan menyelesaikan kasus dugaan pemerasan eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) oleh Firli Bahuri.

Hal itu disampaikan Karyoto, merespons permintaan pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra untuk menghentikan kasus pemerasan mantan Ketua KPK tersebut. “Kalau saya prinsipnya, kasus akan segera saya selesaikan,” ujar Karyoto di Mapolda Metro Jaya, Selasa (16/1/2024).  (zas)