Prevalensi Stunting di Aceh Utara Masih Tinggi, DPM-PPKB Ajak Para Ibu untuk Memberikan ASI Eksklusif

Lokakarya
Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPM-PPKB) Kabupaten Aceh Utara melakukan kegiatan di Kampung Keluarga Berkualitas (KB)

Terkait dengan masalah tidak memberikan ASI eksklusif, alasan yang sering muncul dari para ibu antara lain adalah keluarnya ASI yang kurang memadai, kesulitan dalam pemberian ASI pada hari-hari awal setelah melahirkan, keluhan bayi yang rewel, aktivitas ibu yang padat, dan faktor budaya yang memengaruhi keputusan tersebut.

Bagaimanapun, mengingat pentingnya ASI eksklusif sebagai langkah preventif terhadap stunting, peran kader kesehatan, promotor kesehatan, dan pelayanan kesehatan menjadi krusial dalam mendukung program pemerintah terkait ASI eksklusif dan memberikan edukasi yang akurat terkait stunting dan upaya pencegahannya.

“Pengetahuan yang benar mengenai ASI eksklusif serta dukungan dari keluarga dan pelayanan kesehatan sangatlah penting dalam memastikan pemberian ASI yang optimal,” sebutnya.

Melalui pendekatan yang menyeluruh dan dukungan yang luas, diharapkan upaya pencegahan stunting di Aceh Utara dapat menjadi lebih efektif, dengan fokus pada pendidikan sebelum kehamilan, praktik ASI eksklusif setelah melahirkan, serta dukungan yang berkelanjutan dari berbagai pihak dalam masyarakat. (Advetorial)