FORUM SAMOSIR | Kebakaran lahan di kawasan Danau Toba, terus meluas. Api meranap sedikitnya 45 hektar lahan di Dusun Sigulati, Desa Sri Marrihit, Kecamatan Sianjur Mulamula, Kabupaten Samosir.
Api tak kunjung padam sejak Jumat (30/7/2021) hingga Sabtu (31/7/2021). Menurut Kepala Daops Manggala Agni Daops Sumatera II, Anggiat SP Sinaga, kebakaran lahan tersebut terjadi Jumat, 30 Juli 2021 sekitar pukul 19.52 WIB.
“Pada pukul 20.49 WIB, personel dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Kita bertarung sehari semalam melawan kebakaran, hingga akhirnya api dapat dipadamkan pukul 05.30 WIB pada Sabtu, 31 Juli 2021 kemarin. Total ada 45 hektare yang terbakar,” kata Anggiat, Minggu (1/8/2021).
Dalam proses pemadaman api yang dilakukan petugas, kata Anggiat, kendala yang dihadapi adalah angin yang berhembus kencang. Angin kencang yang terjadi menimbulkan kembali titik api dan membuat api cepat menyebar. Selain itu juga topografi daerah yang terjadi kebakaran berada di bukit yang curam. “Karhutla di tepian Danau Toba selalu gitu. Sore hari sering terjadi Karhutla, disitu juga angin kencang,” katanya.
Lokasi lahan yang terbakar, berada di wilayah perbukitan yang dipenuhi ilalang dan pohon pinus. Lahan yang terbakar merupakan hutan lindung dan lahan masyarakat.
“Indikasinya kebakaran terjadi diduga karena kelalaian masyarakat. Setelah pemadaman, kita juga melakukan sosialisasi ke masyarakat untuk tidak sembarangan membakar sampah di kebun mereka,” ujar Anggiat.
Dia menuturkan, sosialisasi dilakukan karena karhutla yang terjadi sering kali karena kelalaian masyarakat. Mereka membakar sampah di kebun, tetapi tidak diperhatikan. “Kita imbau kepada masyarakat dan juga seluruh instansi yang terkait dalam penanganan karhutla agar lebih peduli dan tanggap,” ucapnya.







