FORUM MEDAN | Persoalan adanya sekelompok orang yang mencoba menghalang-halangi pelajar bersekolah di MDTA (Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah) dan RA (Raudatul Athfal) Al Jamiyatul Washliyah Kel.Terjun, Kec.Medan Marelan menuai kecaman keras, Kamis (5/8/2021).
“Progam Negara Republik Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan anak Bangsa. Jadi kalau ada sekelompok orang yang mencoba menghalang-halangi pendidikan dan kita mengetahui itu. Laporkan saja ke Polisi,” jelas Anggota DPRD Kota Medan Abdul Rani kepada forumkeadilansumut melalui layanan WhatsApp, Rabu (4/8/2021) jelang malam.
Menurut Abdul Rani, dalam permasalahan ini, telah jelas kalau penguasaan phisik serta pengelolaaan sekolah MDTA serta RA adalah gaweannya Al Jamiayatul Wasliyah. Namun mengapa ada orang yang berusaha meneror sekolah sehingga menimbulkan keresahan anak didik.
“Pastinya sekelompok orang tersebut tak mengetahui kalau kita berada di negara hukum. Memasuki pekarangan orang lain tanpa sepengetahuan empunya, itu ada pidananya. Konon lagi melakukan pengrusakan kunci kantor sekolah,” kata Abdul Rani Anggota DPRD Kota Medan yang duduk di Komisi A.
Dalam hal ini pihak Kepolisian khususnya Polsek Medan Labuhan harus cepat dan tanggap untuk segera bertindak dan melakulan pengusutan terhadap pelaku pengrusakan.
“Agar tidak mengganggu anak anak sekolah dalam proses belajar mengajar, sekelompok orang tersebut harus dilaporkan pihak berwajib dan mempertanggungjawabkan perbuatannya,” beber Legislator dari Partai PPP.

Abdul Rani
Sebelumnya 2 ruangan Raudatul Anfal (RA) yang dikelola Al Jamiyatul Washliyah digembok orang tak dikenal (OTK). Bahkan di areal sekolah ada spanduk yang bertuliskan bahwasannya sekolah setingkat SD dan TK itu tak menerima murid baru lagi.
Gedung sekolah RA memiliki 2 ruangan belajar dan kantor serta 1 ruangan permainan sedangkan MDTA mempunyai 4 ruang klas untuk belajar
Saat berdirinya gedung sekolah MDTA dan RA Al Jamiyatul Washliyah di Kel.Terjun diresmikan langsung oleh Wali Kota Medan saat itu Drs H Abdillah Ak MBA tertanggal 8 Oktober 2004.
Penelusuran awak media, karena ada pengusaha dibelakang mereka, diduga sekelompok orang yaitu Habir CS ingin menguasai dan lalu mengelola sekolah MDTA dan RA Al Jamiyatul Wasliyah. Sehingga Habir CS memprovokasi warga setempat dan meneror murid-murid sekolah.(man)







