FORUM TEBING TINGGI | Kota Tebing Tinggi, yang pernah meraih penghargaan Adipura sebagai simbol keberhasilan dalam menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan, kini dinilai mengalami kemunduran. Sejumlah titik di wilayah kota tersebut dilaporkan dipenuhi tumpukan sampah yang tak kunjung diangkut, menimbulkan aroma tak sedap dan kesan kumuh yang mencolok.
Kondisi ini disorot oleh sejumlah kalangan, termasuk pemerhati lingkungan Madan SPd, yang menyayangkan situasi terkini. Ia menilai bahwa Kota Tebing Tinggi tengah kehilangan arah dalam pengelolaan tata kota dan lingkungan.
“Ini bukan hanya soal sampah. Ini soal ketidaktegasan dan kurangnya kepedulian dari pemerintah kota dalam menjaga wajah dan marwah kota ini,” ujar Madan dalam keterangannya kepada media, Jumat (11/7/2025).
Ia juga menyoroti fenomena maraknya pedagang kaki lima (PKL) yang memadati trotoar dan badan jalan di kawasan strategis kota. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat pejalan kaki kehilangan ruang, arus lalu lintas tersendat, dan menambah kesan semrawut di sejumlah jalan protokol.
“Ketika ruang publik yang semestinya tertata malah dikuasai PKL tanpa pengaturan jelas, maka ini menunjukkan lemahnya pengawasan dan penataan,” tambahnya.
Madan menekankan pentingnya kepemimpinan yang tidak hanya hadir saat seremoni, tetapi juga aktif menata ulang ruang kota dan membenahi sistem pemerintahan.
“Pertanyaannya sekarang, kemana arah kepemimpinan hari ini? Apakah Adipura yang dulu diraih hanya bersifat simbolis tanpa kesinambungan visi?” ujarnya.
Ia berharap Pemerintah Kota, khususnya Wali Kota Tebing Tinggi, segera mengambil langkah konkret. Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada tata kelola ruang kota dan peningkatan ketertiban umum.
“Kota ini butuh pemimpin yang benar-benar hadir dan peduli, bukan hanya saat seremoni atau momentum politik,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemerintah Kota Tebing Tinggi terkait kondisi yang disampaikan tersebut. (Met)







