FORUM BELAWAN | Tawuran antar warga terus berlanjut. Belasan remaja kejar-kejaran dengan memakai klewang di Jalan Stasiun Belawan, Kamis (23/9/2021).
Aksi tawuran terlihat jelas melibatkan anak remaja di bawah umur. Salah seorang warga Iyan (50) yang sedang melintas merasa terganggu dan meminta aparat keamanan menindak dengan tegas para pelaku tawuran.
“Saya takut jadi salah sasaran. Mereka melempar batu dan menenteng klewang. Kalau kita dilukai siapa yang bertanggungjawab,” kata Iyan seorang nelayan.
Seharusnya mereka itu ditindak, agar tidak meresahkan warga dan masyarakat lainnya.
“Kami berharap kepada seluruh instansi Polisi, TNI AD dan TNI AL dapat mengamankan situasi yang sudah tidak kondusif lagi. Belawan udah macam kota koboy,” ungkap Iyan.
Komentar tokoh masyarakat Medan Utara Rion Arios SH, Jumat (10/9) minggu lalu, sangat berharap agar TNI AL diikutsertakan selain pihak Polres Pelabuhan Belawan, agar menertibkan aksi tawuran yang sangat meresahkan.
“Akar permasalahan adalah narkoba dan judi. Ini sudah ibarat penyakit sangat akut sehingga kita berharap agar TNI AL bekerja sama dengan Polres Pelabuhan Belawan dalam melakukan penindakan,” kata Rion Arios SH.
Bukan itu saja, tambah Rion Arios SH yang juga Sekretaris GRANAT Kota Medan, TNI dan pihak Polri dapat berkolaborasi dalam penertiban tawuran.
“Untuk menyelamatkan anak bangsa. Semuanya mempunyai tanggung jawab bersama. Kita berharap agar TNI AL dan Polri dapat bersinergi dalam upaya menjaga Kamtibmas di Belawan,” jelas Rion Arios SH.
Telah berlangsung lama aksi tawuran di Belawan. Dan beberapakali pula upaya perdamaian dilakukan bersama tokoh agama maupun pemuka masyarakat namun saja tawuran tetap saja berjalan.(man)








