Air Bersih Pascabencana: Aksi Kepedulian Yayasan Buddha Tzu Chi di Gampong-Gampong Aceh Utara

Screenshot 2026 01 08 07 48 18 25 40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b12
Masyarakat di Aceh Utara menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia

FORUM ACEH UTARA |  Di tengah jejak luka yang ditinggalkan banjir bandang, harapan perlahan kembali mengalir di sejumlah gampong di Kabupaten Aceh Utara. Bukan dalam bentuk janji, melainkan air bersih—sumber kehidupan yang sempat langka pascabencana. Harapan itu datang melalui tangan-tangan kemanusiaan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

Bagi warga Gampong Lueng Tuha, Kecamatan Tanah Jambo Aye, suara mesin bor yang memecah tanah beberapa waktu lalu menjadi pertanda kehidupan baru. Setelah banjir bandang merusak sumber air dan fasilitas umum, kebutuhan paling mendasar—air bersih—menjadi persoalan serius. Kini, dari kedalaman tanah, air kembali menyembur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia membangun sumur bor di beberapa gampong terdampak, di antaranya Gampong Lueng Tuha dan Matang Serdang di Kecamatan Tanah Jambo Aye, serta Gampong Tanjung Jawa dan Gampong Simpang Tiga di Kecamatan Langkahan. Bantuan ini menjadi jawaban nyata atas kesulitan warga yang selama berbulan-bulan harus bergantung pada sumber air terbatas.

Penyaluran bantuan kemanusiaan tersebut difasilitasi oleh Panglima Muda Daerah IV Tgk. Chik Ditunong M. Jhony, SH bersama Ketua Komisi IV DPRK Aceh Utara, Bukhari, SE dari Fraksi Partai Aceh, didampingi Mawardi. Kolaborasi lintas lembaga ini memastikan bantuan tepat sasaran dan benar-benar dirasakan masyarakat.

Geuchik Gampong Lueng Tuha, Mansur, tak mampu menyembunyikan rasa haru dan syukurnya. “Bantuan sumur bor ini sangat berarti bagi masyarakat kami. Setelah banjir bandang, kami kesulitan air bersih. Kini, kehidupan warga perlahan kembali normal,” ujarnya kepada media, Rabu (7/1/2026).

Menurut Mansur, kehadiran Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bukan sekadar membawa bantuan fisik, tetapi juga menghadirkan rasa kepedulian dan empati. Ia menyampaikan terima kasih kepada perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi, Mujianto, atas perhatian dan komitmen kemanusiaan yang diberikan tanpa memandang latar belakang.

Ucapan terima kasih serupa disampaikan oleh para geuchik di Kecamatan Langkahan. Mereka menilai bantuan sumur bor ini sebagai bentuk kepedulian jangka panjang, karena tidak hanya membantu saat darurat, tetapi juga menopang kehidupan masyarakat ke depan.

Di Aceh Utara, sumur-sumur bor itu kini menjadi simbol solidaritas dan kemanusiaan. Di tengah perbedaan, kepedulian Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia mengalir tanpa sekat, membuktikan bahwa nilai kemanusiaan adalah bahasa universal—yang mampu menyembuhkan, menguatkan, dan menghidupkan kembali harapan masyarakat pascabencana. (red/mediaaceh)