Prabowo Siap Tarik Indonesia dari Board of Peace Jika Tak Menguntungkan Perjuangan Palestina

3MJ 9589

FORUM JAKARTA | Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina melalui jalur diplomasi internasional. Namun, Indonesia disebut siap menarik diri dari forum internasional Board of Peace (BoP) apabila keikutsertaan tersebut tidak lagi memberikan manfaat bagi perjuangan rakyat Palestina maupun kepentingan nasional Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Majelis Syuro DPP Front Persaudaraan Islam, Habib Hanif Alatas, usai menghadiri acara silaturahmi Presiden RI dengan para kiai dan tokoh organisasi kemasyarakatan Islam di Istana Negara, Kamis malam (5/3/2026).

Menurut Hanif, dalam pertemuan tersebut Presiden Prabowo membahas perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah, termasuk posisi Indonesia dalam Board of Peace.

“Presiden tadi menyampaikan kalau melihat tidak ada kemaslahatan lagi untuk Palestina, tidak ada peluang buat memperjuangkan kemaslahatan Palestina dan tidak sesuai dengan kepentingan nasional Indonesia, Presiden akan menarik diri,” ujar Hanif.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Nusron Wahid, menyebutkan Presiden juga menyinggung berbagai desakan agar Indonesia keluar dari forum tersebut menyusul dinamika konflik yang terus berkembang di Timur Tengah.

Pernyataan serupa juga diungkapkan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Cholil Nafis. Ia mengatakan Presiden Prabowo menegaskan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace semata-mata bertujuan untuk mendukung kemerdekaan Palestina.

“Beliau bertekad tujuannya untuk kemerdekaan Palestina. Jika tidak untuk kemerdekaan Palestina, beliau siap mundur,” kata Cholil Nafis.

Diketahui, Board of Peace merupakan organisasi internasional yang digagas oleh Donald Trump untuk mendukung rekonstruksi Gaza pascaperang serta mendorong proses kemerdekaan Palestina.

Namun, forum diplomasi global tersebut menuai kontroversi setelah Amerika Serikat sebagai penggagasnya melakukan serangan terhadap Iran, yang memicu kritik dari berbagai pihak terhadap konsistensi upaya perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Meski demikian, Presiden Prabowo menegaskan bahwa seluruh langkah diplomasi Indonesia tetap berorientasi pada kepentingan rakyat Palestina dan komitmen terhadap perdamaian dunia. (re)