DAERAH  

Isu Kelangkaan BBM Meluas, Antrean Panjang Terjadi di Sejumlah SPBU Tebingtinggi

aef65040 7e5b 43ee a324 a8b60103bd9a

FORUM Tebingtinggi | Issue mengenai potensi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang beredar di tengah masyarakat Kota Tebingtinggi dalam beberapa hari terakhir memicu antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Kamis (5/3/2026) malam.

Informasi yang berkembang secara informal menyebutkan ketersediaan stok BBM diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar 20 hari ke depan. Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak terkait mengenai kondisi stok dan distribusi BBM di wilayah tersebut.

Pantauan di lapangan, antrean kendaraan roda dua, roda tiga, hingga roda empat terlihat di sejumlah SPBU, di antaranya SPBU Simpang Rambung, SPBU Jalan Setia Budi Brohol, SPBU Simpang Beo, SPBU Jalan HM. Yamin SH, dan SPBU Paya Pasir.

Salah seorang pengendara sepeda motor, Muhammad Farhan ( 35 ), mengaku telah mengantre hampir satu jam di SPBU Simpang Rambung untuk mendapatkan Pertalite. “Katanya BBM mau langka, jadi kami beli untuk stok mudik Lebaran nanti. Tapi untuk sepeda motor dengar-dengar dijatah maksimal Rp50 ribu,” ujarnya.

Kekhawatiran masyarakat terhadap isu tersebut mendorong sebagian warga mengisi BBM dalam jumlah lebih banyak dari biasanya. Kondisi ini berpotensi memicu lonjakan permintaan di tingkat SPBU.
Sejumlah warga berharap pihak terkait segera memberikan penjelasan resmi mengenai kondisi stok dan sistem distribusi BBM guna meredam spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Hingga Jum’at ( 6/3/2026 ), aktivitas pengisian BBM di sejumlah SPBU di Kota Tebingtinggi masih berlangsung dengan antrean yang cukup panjang.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pertamina maupun instansi terkait mengenai kondisi riil stok dan distribusi BBM di Kota Tebingtinggi. Benarkah pasokan BBM hanya tersisa untuk beberapa pekan ke depan.

Antrean panjang yang terjadi semata dipicu oleh kekhawatiran masyarakat akibat informasi yang belum terverifikasi? Publik kini menanti penjelasan resmi guna memastikan situasi sebenarnya di lapangan. ( MET )