FORUM Tebing Tinggi | Peninjauan booster pump PDAM Tirta Bulian oleh Sekretaris Daerah Kota Tebing Tinggi yang juga menjabat Dewan Pengawas (Dewas), Erwin Suheri Damanik, pada.Selasa (12/5/2026) ternyata menuai sorotan publik.
Pasalnya, langkah tersebut dinilai lebih menonjolkan respons sesaat atas keluhan warga dibanding menjelaskan akar persoalan yang menyebabkan distribusi air bersih kembali terganggu di sejumlah wilayah.
Mengutip keterangan.sumber terpercaya di PDAM Tirta Bulian , disebutkan kerusakan terjadi pada beberapa klep pompa distribusi menuju kawasan Kampung Lalang.
Namun, muncul pertanyaan di tengah masyarakat, mengapa kerusakan baru terdeteksi setelah keluhan warga meluas dan distribusi air terhenti.
Sejumlah warga menilai persoalan PDAM Tirta Bulian bukan lagi sekadar gangguan teknis biasa, melainkan menyangkut lemahnya pengawasan, perawatan jaringan, serta antisipasi dini terhadap potensi kerusakan fasilitas distribusi air.

“Kalau kerusakan baru diketahui setelah air mati dan masyarakat ribut, lalu fungsi pengawasan rutin itu dimana? Apalagi Sekda juga bagian dari Dewan Pengawas PDAM,” ungkap salah seorang warga kepada FORUM.
Publik juga mempertanyakan sejauh mana evaluasi internal telah dilakukan terhadap kinerja manajemen PDAM Tirta Bulian , mengingat persoalan distribusi air kerap berulang dan dikeluhkan pelanggan di beberapa kawasan dalam beberapa waktu terakhir.
Di sisi lain, narasi peninjauan lapangan oleh pejabat pemerintah dinilai sebagian kalangan terkesan sebagai upaya meredam kritik publik, tanpa disertai penjelasan terbuka mengenai kondisi riil jaringan distribusi, usia infrastruktur, hingga langkah konkret jangka panjang untuk mencegah gangguan serupa terulang kembali.
Sebagai Dewan Pengawas, Sekda dinilai tidak hanya memiliki tanggung jawab hadir saat terjadi persoalan, tetapi juga memastikan sistem pengawasan berjalan efektif sebelum gangguan berdampak luas kepada masyarakat.
Sebelumnya sempat mencuat kabar adanya upaya pengunduran diri Plt Direktur PDAM, yang oleh sebagian kalangan dianggap sebagai indikasi bahwa persoalan di internal perusahaan daerah tersebut sudah cukup serius.
Masyarakat kini menunggu langkah konkret Pemerintah Kota Tebing Tinggi, bukan hanya perbaikan sementara di lapangan, tetapi juga keberanian melakukan pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola PDAM Tirta Bulian, termasuk percepatan penetapan direktur definitif demi memastikan pelayanan air bersih kembali berjalan normal dan profesional tidak hanya fokus pada pencitraan penanganan di lapangan, tetapi juga berani membuka evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola PDAM Tirta Bulian, termasuk transparansi perawatan jaringan dan kesiapan infrastruktur pelayanan air bersih di Kota Tebing Tinggi. (MET)








