DAERAH  

Koordinator Komisi I DPRD Tebingtinggi Dorong Penanganan HIV/AIDS Lebih Serius, Cegah Fenomena “Gunung Es”

IMG 20260521 WA0083

FORUM Tebing Tinggi | Meningkatnya temuan kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) di Kota Tebingtinggi mendapat perhatian dari Koordinator Komisi I DPRD Kota Tebingtinggi, Mhd. Ikhwan, SH., yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua II DPRD Kota Tebingtinggi.

Menurut Mhd. Ikhwan, persoalan HIV/AIDS harus ditangani secara serius dan menyeluruh agar tidak berkembang menjadi fenomena “gunung es”, yakni kondisi di mana kasus yang terdeteksi diyakini belum sepenuhnya menggambarkan kondisi sebenarnya di tengah masyarakat.

“Persoalan HIV/AIDS ini tidak bisa dianggap biasa. Semua pihak harus terlibat dalam upaya pencegahan dan penanganannya agar penyebarannya tidak semakin meluas,” ujar Mhd. Ikhwan kepada FORUM, Kamis ( 21/5/2026).

Mhd. Ikhwan menilai langkah deteksi dini melalui skrining yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi merupakan langkah positif, namun harus diiringi dengan penguatan edukasi dan sosialisasi yang lebih luas kepada masyarakat.

“Jangan sampai kasus yang terlihat hanya sebagian kecil saja, sementara di lapangan masih banyak yang belum terdeteksi karena takut memeriksakan diri atau kurangnya pemahaman masyarakat,” kata Mhd. Ikhwan.

IMG 20260521 WA0081

Mhd. Ikhwan juga menyoroti masih kuatnya stigma terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHIV) di tengah masyarakat. Menurut Mhd. Ikhwan, kondisi tersebut membuat sebagian warga enggan melakukan pemeriksaan kesehatan secara sukarela.

Karena itu, Mhd. Ikhwan mendorong agar pendekatan edukasi dilakukan dengan melibatkan berbagai elemen, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, tenaga kesehatan, relawan, hingga organisasi masyarakat agar pesan pencegahan dapat diterima lebih luas.

Menurut Mhd. Ikhwan, pola hidup sehat dan menjauhi perilaku berisiko juga menjadi bagian penting dalam memutus rantai penyebaran HIV/AIDS di tengah masyarakat.

“Edukasi harus terus diperkuat, terutama kepada generasi muda, agar tidak terjerumus pada perilaku menyimpang, seks bebas, maupun penyalahgunaan narkoba yang berpotensi meningkatkan risiko penyebaran HIV,” tegas Mhd. Ikhwan.

Selain itu, Mhd. Ikhwan meminta Pemerintah Kota Tebingtinggi memastikan layanan skrining, konseling, dan pengobatan HIV/AIDS tetap berjalan maksimal hingga ke fasilitas kesehatan tingkat bawah.

Bila selama ini terdapat kendala dalam penanganan akibat keterbatasan anggaran, Mhd. Ikhwan menilai seluruh pihak terkait perlu duduk bersama mencari solusi yang tepat agar program pencegahan dan penanganan HIV/AIDS dapat berjalan lebih efektif.

“Kalau memang ada kendala anggaran, maka harus dibahas bersama. Persoalan kesehatan masyarakat seperti HIV/AIDS tidak boleh dianggap sepele karena dampaknya sangat besar bagi masa depan generasi kita,” ujar Mhd. Ikhwan.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi mencatat jumlah penemuan kasus HIV sebanyak 110 kasus sepanjang 2025, dengan total akumulasi mencapai 698 kasus sejak 2013 hingga April 2026.

Fenomena tersebut dinilai menjadi pengingat bahwa HIV/AIDS bukan lagi sekadar isu kelompok tertentu, melainkan persoalan kesehatan masyarakat yang membutuhkan kesadaran bersama, deteksi dini, serta keberanian memutus stigma agar penyebarannya tidak berkembang lebih luas di Kota Tebingtinggi. (.MET ).