FORUM HUMBAHAS | Wakil Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas), Junita Rebecca Marbun, mengaku tidak dilibatkan dalam proses perencanaan maupun persiapan rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Humbahas yang digelar siang tadi di Kompleks Perkantoran Kantor Bupati Humbang Hasundutan,Selasa(28/7)
Pernyataan tersebut disampaikan Junita Rebecca Marbun saat dimintai tanggapan mengenai keterlibatannya dalam agenda peringatan hari jadi Kabupaten Humbahas. Menurutnya, hingga saat ini ia tidak pernah diikutsertakan dalam rapat maupun pembahasan terkait pelaksanaan HUT ke-23 Humbahas.
Wakil Bupati Humbang Hasundutan, Yunita Rebecca Marbun juga menyampaikan apresiasi kepada para pemrakarsa dan seluruh tokoh yang telah berperan dalam berdirinya Kabupaten Humbang Hasundutan. Menurutnya, di usia ke-23 tahun, Humbahas telah menunjukkan berbagai kemajuan dan perkembangan di berbagai sektor pembangunan sepanjang perjalan hingga di usia ke 23 tahun.
Terkait moment peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Humbahas, Rebecca menilai perayaannya tidak memiliki perbedaan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia mengatakan, sejak dilantik sebagai Wakil Bupati, perayaan HUT Humbahas yang telah berlangsung selama dua tahun terasa biasa saja dan belum menghadirkan sesuatu yang istimewa.
Menanggapi kehadirannya pada puncak perayaan HUT ke-23 Humbahas dengan mengenakan kebaya merah, Rebecca menjelaskan bahwa sejak awal dirinya tidak dilibatkan dalam proses perencanaan maupun persiapan kegiatan. Ia juga mengaku minim memperoleh informasi mengenai rangkaian acara tersebut.
”Saya kan tidak diinfokan dalam penggunaan pakaian dalam hari jadi ini, jadi tidak mungkin saya naik podium dengan Bupati memberikan sambutan sementara saya tidak mengenakan pakaian kedinasan,itu kan mempermalukan saya,” ujar Rebecca.

Karena tidak dilibatkan dalam persiapan, Rebecca menyatakan kehadirannya pada perayaan HUT ke-23 bukan semata sebagai Wakil Bupati, melainkan sebagai bentuk penghormatan dan dukungan kepada masyarakat Kabupaten Humbang Hasundutan.
Rebecca juga mengungkapkan bahwa saat ini dirinya tidak lagi memiliki staf maupun ajudan yang mendukung pelaksanaan tugas sebagai Wakil Bupati. Kondisi tersebut, menurutnya, berdampak pada terbatasnya akses terhadap informasi serta koordinasi dalam berbagai agenda pemerintahan di Kabupaten Humbang Hasundutan.
Meski demikian, Rebecca menegaskan komitmennya untuk terus mendukung jalannya pemerintahan daerah. Ia mengingatkan agar penyelenggaraan pemerintahan tidak hanya sebatas Lips service, tetapi diwujudkan melalui kerja nyata, sinergi, serta persatuan dalam membangun daerah.
Rebecca berharap seluruh elemen Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan mampu menghilangkan ego sektoral dan mengedepankan semangat kolaborasi. Menurutnya, keberlangsungan Kabupaten Humbang Hasundutan hingga memasuki usia ke-23 merupakan hasil dari semangat gotong royong, kebersamaan, rasa saling memiliki, dan kepedulian seluruh masyarakat.
“Nilai-nilai kebersamaan tersebut seharusnya terus dipertahankan, bukan hanya di lingkungan Pemerintah Kabupaten, kecamatan, dan desa, tetapi juga di tengah-tengah masyarakat sebagai modal utama dalam mewujudkan kemajuan Humbang Hasundutan,” tegas Rebecca. (GALA-007)







