FORUM MEDAN | Sebanyak 28 atlet bersama 12 pelatih dari Kota Medan yang meraih medali di gelaran Pekanbaru Olahraga Nasional (PON) XX Papua Tahun 2021, telah menerima tali asih dalam acara pemberian penghargaan kepada atlet dan pelatih berprestasi 2021 di Taman Cadika, Medan Johor, Minggu kemarin.
Penyerahan tali asih itu, langsung diserahkan oleh Wali Kota Medan M. Bobby Afif Nasution SE MM didampingi Kadispora Medan, Pulungan Harahap SH MSi, Kadis Kebersihan dan Pertamanan Syarifuddin Irsan Dongoran dan Ketua Umum KONI Medan Drs Eddy H Sibarani. Selain itu, kepada pengkot cabor yang meraih medali PON, juga diserahkan piagam penghargaan.
Jumlah total tali asih yang diserahkan kepada atlet dan pelatih sebanyak Rp710 juta. Di kesempatan ini, Wali Kota lebih banyak berdialog dengan para atlet dan pelatih guna mendapatkan masukan dalam upaya peningkatan prestasi olahraga.
Jadi kalau melihat prestasi yang diraih atlet kota Medan, tidak terlepas dari peran serta Dispora dan KONI Medan untuk menciptakan atlet berkualitas, sehingga mampu bersaing diajang multi event seperti PON Papuan XX 2021 yang baru berakhir kemarin.
Ditambah lagi bantuan dana yang berjumlah belasan milyar dari pemerintah kota, harus mampu dikelola dengan baik oleh Dispora dan KONI Medan sesuai dengan program yang telah direncanakan.
“Seperti Dispora Medan sendiri mengkelola dana dibagi menjadi dua bahagian yaitu, pembinaan atlet pelajar, menyediakan peralatan olahraga dan memperbaiki semua sarana dan prasana yang ada di kota Medan dan pemuda. Begitu juga KONI Medan yang mana tak jauh beda memberikan segala kebutuhan atlet baik itu transport dan uang puding dan sebagainya,” kata Kadispora Medan, Pulungan Harahap SH.MSi (foto utama).
Dikatakan, pemerintah kota hingga saat ini terus memberikan suport khususnya pada Dispora Medan dalam hal menciptakan pelaku olahraga serta pemuda berkarya yang nanti mampu memberikan hal positif baik untuk keluarga dan orang banyak pada umumnya.
Saat ini saja menurut Pulungan, pemerintah kota Medan telah melimpahkan tugas kepada dinas di bawah kepemimpinannya agar terus merawat seluruh fasilitas olahraga yang ada di kota Medan termasuk stadion Teladan dan stadion Kebun Bunga ditambah dengan tujuh lapangan yang ada dibeberapa kecamatan di kota Medan.
Artinya ini tidak lain sebagai persiapan untuk menghadapi PON XXI tahun 2024 mendatang dimana Sumut dan Aceh sebagai tuan rumah bersama. Apalagi Medan merupakan ibukota provinsi Sumatera Utara; sudah pasti pula akan banyak menerima tamu dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia.
“Jadi kalau tak dimulai dari sekarang, bagaimana kota Medan bisa menerima para tamu yang sudah pasti dari 28 cabor yang bertanding di Sumut akan memenuhi kota Medan,” ucap Pulungan serius.
Seperti untuk pengelolaan dan perawatan stadion Teladan dan stadion Kebun Bunga tambah Pulungan, Bapak Walikota Medan Bobby Afif Nasution mencoba melobi pemerintah pusat agar dananya bisa dari pihak kementerian, sehingga kedua stadion Teladan bisa menjadi stadion termegah di Sumut. kebanggaan warga Medan khususnya dan Sumut yang dapat menampung berbagai pertsndingan baik regional, nasional bahkan internasional.
Sedangkan untuk stadion Kebun Bunga sendiri, rencananya akan dibuat seperti gedung olahraga mini yang dapat mempertandingkan empat atau lima cabang olahraga nantinya.
Disinggung mengenai centra, Pulungan kembali mengatakan, pihaknya terus mencari lokasi dimana akan dibuat centra olahraga.
“Manalah mungkin sirkuit pacuan kuda dibuat di tengah-tengah kota. Sebab akan memakan lahan yang lebar,” ucapnya.
Tapi yang paling utama diinti-inti kota akan dibuat sarana olahraga yang dapat digunakan para atlet dan warga Medan selain disetiap kecamatan juga akan dibuat sarana tersebut.
Contohnya saat ini saja, Dispora Medan juga telah membuat sentra di taman perkemahan Candika Medan Johor seperti, lapangan sepak bola, lapangan basket dan lintasan sepatu roda dan beberapa cabor lainnya yang diperuntukkan para atlet pelajar sebagai cikal bakal regenerasi atlet Medan kedepan.
“Ya mari sama-sama kita berdoa agar apa yang diupayakan pak wali kota Medan dapat terkabul nantinya, sehingga moto Medan kota atlet dapat terwujud,” katanya lagi.
Sementara disinggung mengenai program pemuda, Pulungan kembali mengatakan, terus dilakukan secara serius walau dana yang dialokasikan tidak sebesar diolahraga. yang mana tetap dibagi ke pramuka, organisasi pemuda dan secara umum yang dinilai benar-benar bisa meningkatkan kreativitas
“Ya pemuda tidak bisa dilupakan begitu saja. Sebab pemuda adalah pilar bangsa. Jadi semua elemen pemuda tetap kita lakukan pembinaan seperti memberikan pelatihan- pelatihan agar nantinya dapat berguna di tengah-tengah masyarakat,” pungkas Pulungan mengakhiri.

Ketua KONI Medan Drs Eddy H Sibarani
Sementara Ketua Umum KONI Medan, Drs Eddy H Sibarani ditempat terpisah mengatakan, dalam menyambut PON XXI 2024 Sumut Aceh, pastila akan berlari lebih kencang dalam arti lebih ditingkatkan dengan menjalin kerja sama dengan stakeholder, pemerintah kota dan para pengurus cabor guna mensukseskan pelaksanaan PON Sumut-Aceh lewat prestasi.
“Tidak ada kata lain, kita KONI Medan akan terus mslakukan trobosan-trobosan positif guna mencapai target yang diinginkan,” kata Eddy serius.
Disinggung dana yang akan digelontorkan pemerintah kota dalam hal pembinaan olahraga, Eddy kembali mengatakan, terima kasih ada niat baik tersebut. Namun mengenai berapa nilai, belum bisa dikatakan mengingat PON Papua baru selesai.
“Yang jelas bahasa itu penyemangat yang harus diapresiasi oleh kita dan warga Medan khususnya. Apalagi pemerintah kota sangat perduli dengan kemajuan olahraga Medan yang mana di PON Papua kemarin mampu menorehkan prestasi maksimal,” ucap Eddy lagi.
“Semoga pada PON XXI 2024 di mana Sumut menjadi tuan rumah bersama Aceh, diharapkab Kota Medan dapat lebih banyak berkontribusi atas raihan medali Sumut di PON, ” sebut Eddy Sibarani.
Atlet peraih medali emas masing-masing mendapat Rp 50 juta, peraih perak 16 juta dan perunggu 10 juta. Selain itu, para pelatih yang mendampingi atlet peraih medali juga mendapat bagian dengan rincian 20 juta untuk medali emas, 12 juta perak dan 7 juta perunggu.
Atlet Kota Medan dikatakan, berkontribusi menyumbang 3 medali emas, 10 perak 15 medali perunggu dari total 55 medali yang direbut kontingen Sumut di PON XX Papua dengan rincian 10 emas, 22 perak dan 23 perunggu.
“Dengan kata lain, Medan berkontribusi lebih 50 persen dari total raihan medali Sumut, ” jelas Ketua Umum KONI Medan.
Sedangkan mengenai cabor tarung derajat yang meraih medali emas di PON XX Papua lewat atlet Farhan Attamamil Arda dikelas 61-64 tarung bebas putra, siap akan diprioritaskan menjadi cabor unggulan dengan cabor-cabor unggulan lainnya yang selama ini telah banyak memberikan kontribusi buat KONI Medan.
“Terimakasih buat atlet tarung derajat yang mampu memberikan prestasi maksimal, sehingga kita masukkan dalam program cabor unggulan,” katanya lagi.
Dan adanya rencana pemerintah kota Medan akan membangun sarana dan prasarana olahraga di setiap kecamatan baik untuk pelaku olahraga dan warga, langsung disambut gembira oleh pihak KONI Medan. Sebab selama ini kota Medan masih minim tempat-tempat tersebut.
“Bagus sekali rencana tersebut, mudah- mudahan segera terlealisasi hal itu agar dapat digunakan oleh pelaku olahraga dan warga dalam arti bisa terciptanya regenerasi atlet,” pungkas Eddy Sibarani mengakhiri.
Sementara Ketua Keluarga Tarung Derajat kota Medan, Bobby OZ SE mengatakan, keberhasilan ini tak terlepas dari peran serta dan dukungan pemerintah kota Medan dan KONI Medan dalam hal memberikan perhatian khusus terhadap dalam pembinaan.
Dengan keberhasilan itu, kata Bobby lagi, berarti pihaknya juga telah menunaikan janji kepada Ketua Pengprov Kodrat Sumut, Tasimin MT dan Ketua KONI Kota Medan, Drs Eddy H Sibarani saat pelantikan Kodrat Medan beberapa waktu lalu, bahwa atlet Kodrat Medan akan memberikan prestasi yang terbaik pada PON XX Papua ini.
“Kami berterima kasih atas dukungan dan doa dari semua pihak khususnya insan tarung derajat. Mulai dari KONI Sumut, Pengprov Kodrat Sumut, KONI Kota Medan, kakang dan teteh para pembina dan pelatih yang utamanya saya sampaikan kepada Firmansyah Putra selaku orang yang sedari awal menggembleng Farhan menjadi atlet tarung derajat. Juga tentunya kedua orang tua Farhan, Muhammad Arif SE dan Nurhamidah Lubis SE,” papar Bobby mengakhiri. (kesuma)









