FORUM BELAWAN | Dengan alasan tak jelas tiba-tiba bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) warga Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan bernama Mahani diputus. Diketahui bantuan pemerintah untuk program anak sekolah tersebut diputus setelah pemblokiran ATM, Rabu (24/11/2021).
Keluhan Mahani yang diposting melalui facebook tersebut, dirinya memohon kepada Presiden Jokowi untuk mempertimbangkan kembali pemutusan bantuan sekolah dari Pemerintah melalui Kemensos buat kedua anaknya.
Diketahui dari bulan April lalu Mahani mendapatkan bantuan dari PKH sebesar Rp 725 ribu buat kedua anaknya yang sedang bersekolah yaitu Baginda Balqis dan M Faruq Syahputra.
Namun aneh pada bulan berikutnya bantuan PKH tersebut tak lagi didapatkannya setelah ATM diblokir. Sementara uang bantuan dari Pemerintah itu sangat dibutuhkan buat biaya sekolah anak-anaknya.
Sebelumnya ada pendamping PKH bernama Dan mengatakan kalau Mahani tak layak mendapatkan bantuan PKH dari Pemerintah. Dan malah Mahani digolongkan sebagai keluarga yang mampu.
Dipostingan terlihat Mahani mempertanyakan bagaimana kriteria orang yang mampu. Sementara bisa dikatakan pekerjaan suaminya adalah seorang nelayan kecil yang berpenghasilan pas-pasan.
Kalau diharap dari penghasilan suami sebagai nelayan mustahil anak Mahani bisa bersekolah. Karena pendapatan nelayan teramat kecil sehingga hanya cukup untuk makan sehari-hari. Bahkan agar anaknya bisa tetap bersekolah, Mahani membantu suaminya dengan berjualan jilbab kemana-mana.
Mahani bersama warga di Belawan terkhusus nelayan berharap kepada Presiden Jokowi lebih memperhatikan nasib nelayan, agar anak-anak mereka bisa tetap bersekolah dengan mendapatkan bantuan PKH.(man)








