DAERAH  

Peringati WED, LSM Bale Jurong Tanam 1.000 Batang Magrove

IMG 20210605 WA0107

FORUM ACEH | Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day-WED), sekaligus hari ulang tahun LSM Bale Juroeng  ke-22, melakukan penanaman 1.000 batang mangrove di pesisir pantai Desa Sungai Lueng, Kecamatan Langsa Timur, Sabtu (5/6). 

Ketua LSM Bale Jurong, Iskandar HK menyatakan, pihaknya berterima kasih kepada seluruh relawan yang telah ikut bersama-sama peduli menjaga lingkungan hidup khususnya di pesisir timur pantai Aceh. 

“Terima kasih juga kepada Bupati Aceh timur H. Hasballah bin HM Thaib, SH yang selama ini telah banyak peduli terhadap Lingkungan, khususnya pengembangan kawasan mangrove,” terang Iskandar

Peringatan WED tahun ini, lanjut Iskandar, mengusung Thema Generation Reforestation, Together We Can Be. Yakni bersama-sama kita bisa menjadi”, membuktikan bahwa semakin banyak individu yang peduli melestarikan lingkungan maka semakin berubah perilaku kita untuk menjaga lingkungan secara bijaksana dan bertanggung jawab. 

Ditambahakan Iskandar, banyak lembaga lingkungan baik regional maupun nasional yang beroperasi di wilayah kerja, ada yang kurang memperhatikan budaya lokal, serta dinas terkait dalam mengelola lahan kehutanan dan lingkungan, sehingga terkesan tidak mau bekerja sama dengan lembaga lokal. 

“Bagi kami mereka tidak lebih merampok kesempatan lembaga lokal dalam berkiprah diwilayah kerja khususnnya di Koridor Kawasan Ekosistem Leuser dan kawasan Ekosistem Mangrove di Pesisir Timur Pantai Aceh,” tegasnya. 

Iskandar juga mengucapkan terima kasih kepada KPH 3 Aceh dan Dinas LHK Aceh serta BPDAS Krueng Aceh yang pada tahun 2020 telah memberikan dua kegiatan reboisasi lahan mangrove kepada 2 kelompok masyarakat binaan LSM Bale Juroeng. 

“Bagi kami menanam adalah hal rutinitas yang harus diikuti dengan kegiatan merawatnya dan kegiatan. Inilah yang menjadi kunci sukses sebuah kegiatan rehabilitasi lahan khususnya lahan mangrove, Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni 2021,” ucapnya. 

Sementara Penasehat Bale Juroeng, Khairurradi Ibrahim JK menambahkan, thema WED kali ini merupakan cerminan asli masyarakat Indonesia akan pentingnya gotong-royong, sehingga patut bangga bahwa ide-ide cemerlang palsafah bangsa sudah mulai diadobsi oleh dunia. 

“Selama 22 tahun beraktivitas di lingkungan, kami telah membeli lahan seluas 14 hektare di Kabupaten Aceh Timur dan Kota Langsa untuk ditanami dengan mangrove,” ungkapnya. 

Lahan yang dibeli dari swadaya, sambung Ibrahim, tidaklah sebanding dengan luas hutan mangrove di pesisir timur pantai Aceh, akan tetap lahan-lahan tersebut dipilih dengan seksama sebagai contoh bahwa pengelolaan lingkungan harus dimulai oleh banyak pihak, dan secara kebijakan lembaga lahan tersebut bisa mewakili penjagaan wilayah kerja secara territorial. (Sutrisno)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *