DAERAH  

Ada ‘Misteri Besar’ Dalam Proses Pembangunan Masjid Agung Kota Tebing Tinggi

ff094f8d 0420 40b2 8874 1765238f2100
Kondisi Masjid Agung Kota Tebing Tinggi saat dinyatakan selesai 70 persen. (Foto: Istimewa)

FORUM TEBINGTINGGI | Pasca terbitnya pemberitaan dengan judul “Hanya Megah di Luar, Kondisi Kebersihan Masjid Agung Kota Tebing Tinggi Kurang Diperhatikan”, menuai banyak tanggapan. Faktanya memang kondisi bangunan dan sarana prasarana masjid berbiaya mencapai ratusan miliar ini, kurang terperhatikan.  

Banyak kalangan masyarakat merespon pemberitaan tersebut. Bahkan dari berbagai percakapan  terkuak cerita miris dan penuh misteri yang akhirnya menyedot perhatian awak media Forum Keadilan  Sumut terkait soal proses pembangunannya.

Ceritanya begini. Berawal informasi tambahan dari sumber terpercaya yang tidak mau disebut jati dirinya menceritakan tentang kondisi Kubah Utama Masjid Agung Kota Tebing Tinggi yang dibuat dengan konstruksi cor beton. Saat ini memang sudah bocor, namun bila terjadi hujan deras… (merembes-red). Demikian keterangannya saat ditemui Forum Keadilan Sumut pada Selasa 21 Januari 2025.

Di tambahkan sumber, tiap kali hujan terjadi genangan di lantai paling atas. Selain itu, pasokan air dari PDAM setempat sering mati dan kolam resistensi tidak terawat dengan baik. Pompa pembuangan ke saluran utama pun sudah lama rusak. Lantai dasar (basement) acap digenangi air, terlebih bila hujan datang. Beberapa sisi bangunan terdapat retakan yang akhirnya terkesan bangunan ini ringkih dan tidak kokoh.

Beberapa nara sumber lain yang juga  tidak ingin disebut namanya menginformasikan bahwa dari awal pembangunannya Masjid Agung Kota Tebing Tinggi sebenarnya sudah menuai masalah yang bila diuraikan cukup panjang. Bahkan bila diusut kasus per kasus dipastikan melibatkan sejumlah mantan pejabat dan pejabat aktif di Pemerintahan Kota Tebing Tinggi.

82122d34 91b7 48e3 b786 7225636caf20

“Coba telusuri dari awal proses pembangunan yang meliputi perencanaan, proses tender, pasca tender, yang dimenangkan perusahaan BUMN yang bergerak di bidang Konstruksi yakni PT HK. Cerita lain, penghentian pekerjaan sebelum batas waktu karena dinilai perusahaannya gagal menyelesaikan pembangunan Masjid Agung Kota Tebing Tinggi hingga pengerjaan susulan yang dialihkan ke salah satu perusahaan, kalau tidak salah PT VCM,” ucap sumber.

Setelah dilakukan penelusuran dan mengutip keterangan banyak sumber, pembangunan Masjid Agung Kota Tebing Tinggi, diatas lahan seluas 11 ribu meter, lebar 38,80 meter dan panjang 52,70 meter. Ketika itu direncanakan akan di bangun ruang basement merangkap lahan parkir kendaraan. Ruang shalat dan ruang wudhu di lantai 1 dan 2 serta menara A dan menara B dengan ketinggian 53,70 meter terbilang “multi problem”.