FORUM MEDAN | Untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid 19 di kalangan masyarakat luas, maka harus ada penekanan terhadap setiap warga agar memakai masker, menjaga jarak dan cuci tangan.
Dan untuk menghindari kluster baru penyebaran Covid-19 di bidang olahraga khususnya cabang olahraga selam, maka pengurus Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) kota Medan telah memberikan surat edaran pada setisp klub selam agar atlet tetap menggunakan masker saat di luar rumah maupun saat memasuki tempat latihan.
Begitu juga di klub harus tersedia tempat mencuci tangan dengan air mengalir, sehingga atlet yang hendak latihan harus mencuci tangan terlebih dulu atau menggunakan hand sanitizer yang dibawa masing-masing atlet.
Sedangkan para pelatih, juga diintruksikan agar melakukan latihan secara virtual terhadap atlet dengan melakukan latihan mandiri berkaitan dengan fisik dan staminan.
“Misalnya dengan mengangkat barbel atau push-up mengirimkan video kepada pelatihan sesuai dengan arahan pelatih agar kebugaran para atlet tetap terjaga dengan baik,” kata Sekretaris Umum (Sekum) POSSI Medan Juned Iskandar Perangin-angin, Minggu (22/8/2021).
Apalagi para atlet selam yang lolos seleksi mengikuti Seleksi Daerah (Selekda), tetap dipantau dan diawasi agar terhindar dari bahaya virus Covid 19. Sebab atlet yang mengikuti Selekda, akan menjadi bahan evaluasi bagi pengurus untuk dijadikan atlet binaan KONI Medan.
Sedangkan bagi atlet yang melanggar prokes, maka akan diberikan sanksi berupa pencoretan nama untuk mengikuti seleksi dan diganti dengan atlet pelapis kedua yang telah dipersiapkan.
Sebagai seorang atlet untuk mengukir prestasi, harus disiplin baik saat mengikuti latihan dan penerapkan prokes maupun dalam aktivitas sehari-hari.
“Adapun sanksi tegas yang diberikan kepada atlet yang melanggar Prokes, akan diberi tindakan tegas. Untuk itulah para atlet harus benar-benar mematuhi penerapan Prokes. Bagaimana jika se-orang atlet binaan melanggar Prokes, berarti atlet itu tidak disiplin dan harus ditindak,” tegasnya.
Dia menambahkan, upaya pemerintah Kota Medan dengan menerapkan PPKM level-4 adalah, cara terbaik saat ini untuk mengendalikan Covid-19 hingga ke level seorang atlet.
Begitu juga dengan peran pelatih sangat diperlukan agar lebih bersabar menjalankan Prokes selama latihan. Apalagi Pemerintah Kota Medan tengah berusaha menyadarkan masyarakat tentang pentingnya Prokes demi mencegah penyebaran Covid-19.
“Tapi yang jelas masa pandemi Covid -19 saat ini bukan halangan bagi para atlet selam Kota Medan untuk berlatih dengan misi menuai prestasi. Sesuai dengan kebijakan pengurus Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kota Medan, telah mengeluarkan instruksi kepada atlet selam melalui klub masing-masing agar menerapkan Prokes selama latihan sesuai dengan anjuran pemerintah,” tambahnya serius.
Disinggung mengenai Seleksi Daerah (Selekda) pada 26-28 Agustus 2021, POSSI Medan sudah menyiapkan program jangka panjang yaitu, Pelatihan Daerah (Pelatda) PON XXI/2024 Aceh-Sumut, dimana telah terjaring sebanyak 10 atlet selam.
“Ke 10 penyelam itu semuanya berasal dari 7 klub selam yang ada di kota Medan. Dan saat ini sedang menjalani latihan di kolam renang Selayang, Jalan Dr Mansyur Medan.
Sementara ketujuh klub itu, masing-masing, Medan Scuba Dive, Horas Dive Center, Medan Adventure Diving, Tirta Dive Club, Medan Dive Club, Akmar Dive Club dan Napoleon Diving Club.
Juned kembali mennambahkan, bahwa pelaksanaan PON 2024 mendatang di mana Sumut menjadi tuan rumah bersama Aceh, sehingga merupakan peluang untuk mendulang medali emas sebanyak- banyaknya. Apalagi cabang olahraga selam ini setidaknya melombakan 28 nomor pertandingan dalam PON Sumut-Aceh.
“Jadi hal ini tentu merupakan kesempatan terbaik bagi cabang olahraga selam untuk meraih medali PON 2024 khususnya para atlet daerah ini,” pungkasnya.







