Rina Diastari, Karateka Langkat Tutup Usia Saat di Ring Tinju

Tutup usia


FORUM MEDAN | Kepergian Rina Diastari (21), petinju putri asal Langkat, Rabu (25/8/2021), menjadi duka mendalam bagi keluarga maupun kalangan olahragawan. Rina adalah contoh atlet yang coba beralih cabang olahraga, namun berakhir tragis.

Rina sempat dirawat selama 4 hari di RSUP Adam Malik Medan sebelum meninggal pada Rabu sore. Bahkan kabar duka itu juga membuat rekannya membuka link donasi di kitabisa untuk mendukung perawatan almarhumah. Hingga tadi, terkumpul donasi lebih dari Rp5 juta rupiah.

Tak banyak informasi yang didapat mengenai almarhumah. Namun berdasarkan penelusuran, semasa remaja ia menggeluti olahraga karate dan tergabung di perguruan Inkai. Kiprahnya hingga ke Kejuaraan Daerah dan Porwil.

Bahkan di akun facebooknya, ia hanya mengungkap sebagai karateka Inkai. Belakangan ia mulai menggeluti tinju. Tinju memberinya peluang untuk berkiprah ke tingkat nasional.

Hal itulah yang membuatnya ikut Seleksi Daerah (Selekda) di Medan pada 16-21 Agustus 2021. Seleksi itu bagian dari misi Pengprov Pertina Sumut menjaring atlet menuju PON 2024.

Tapi siapa sangka, impiannya untuk memperkuat Sumatera Utara (Sumut) harus berakhir dengan kematian.

Rina yang bertanding di Kelas 54 Kg mampu mencapai final dan berhadapan dengan petinju Medan pada, Sabtu (21/8/2021). Laga di partai pamungkas ini harus berhenti pada ronde kedua, karena wasit menilai Rina tidak layak lagi melanjutkan pertandingan.

Rina kolaps dan pendaharahan di bagian kepala, sehingga harus dirawat dan menjalani operasi di RS Adam Malik Medan. Dan petinju wanita itu akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada, Rabu (25/8/2021) malam.

“Kita sangat berduka atas kejadian ini. Tapi kita tidak bisa menolak ketentuan Yang Maha Kuasa. Rina meninggal setelah empat hari menjalani operasi di bagian kepala,” kata Ketua Pengprov Pertina Sumut Romein Manalu ketika dikonfirmasi, Kamis (26/8/2021) sore.

Romein menjelaskan, perangkat pertandingan sesungguhnya sudah menjalankan ketentuan sesuai aturan. Karenanya, ketika Rina mendapat tiga pukulan beruntun, wasit langsung menghentikan laga.

Sementara Ketua KONI Langkat, HT Paris melalui Wakil Ketua Idris ketika dihubungi membenarkan, petinju putri kebanggaan Langkat Rina Diastari meninggal dunia di RS Adam Malik.

”Ini kami baru nyampai di rumah duka bang, di Desa Pembangunan Tanjung Langkat Kecamatan Salapian , mengantarkan jenazah almarhumah,” jelas Idris.

Kepergian Rina meninggalkan duka mendalam khusus bagi Pertina dan KONI Langkat. Sebab pada Kejurda Tinju Elite yang juga Selekda atlet untuk Pelatda PON 2024 yang digelar 13 hingga 16 Agustus lalu, Pertina Langkat tampil di peringkat kedua dengan torehan empat medali emas, tiga perak dan dua perunggu.

Satu dari tiga medali perak tersebut adalah, persembahan almarhumah Rina Diastari. Selamat Jalan Rina. (kesuma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *