FORUM Tebing Tinggi | Gerak cepat Polres Tebing Tinggi patut diapresiasi. Dalam waktu kurang dari 24 jam, pelaku pembunuhan terhadap seorang perempuan di kawasan BTN Purnawirawan berhasil diringkus polisi.
Peristiwa berdarah itu terjadi pada Selasa (14/4/2026) malam di Jalan Kutilang, Lingkungan IV, Kelurahan Bulian, Kecamatan Bajenis.
Korban diketahui bernama Nita Rika Irawati Gultom (43), yang meninggal dunia setelah mengalami luka serius akibat serangan senjata tajam. Kejadian ini sempat menggegerkan warga sekitar, menyusul keributan yang pecah di lokasi sebelum insiden terjadi.
Menerima laporan masyarakat, Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Tebing Tinggi langsung bergerak cepat melakukan olah TKP dan penyelidikan intensif. Langkah cepat ini dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim AKP Budi Sihombing bersama jajarannya.
Kasi Humas Polres Tebing Tinggi AKP Mulyono menegaskan, pihaknya tidak membutuhkan waktu lama untuk mengungkap kasus tersebut..“Begitu laporan diterima, tim langsung turun melakukan penyelidikan dan pengejaran hingga pelaku berhasil diamankan,” ujarnya, Rabu (15/4 /2026 ).
Dalam proses penyelidikan, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku berinisial RP (29), yang sempat melarikan diri usai kejadian.
Pelarian pelaku berakhir setelah tim gabungan Polres Tebing Tinggi dan Polsek Rambutan melacak keberadaannya di Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara. Pelaku ditangkap di rumah keluarganya pada Rabu sore tanpa perlawanan berarti.
Dari pemeriksaan awal, pelaku mengakui perbuatannya yang dipicu emosi setelah terjadi cekcok, diduga berkaitan dengan aktivitas di media sosial. Saat ini, pelaku telah diamankan di Mapolres Tebing Tinggi bersama barang bukti untuk menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Fenomena ini tidak berdiri sendiri. Dalam beberapa tahun terakhir, konflik yang berawal dari media sosial kerap merembet ke dunia nyata, bahkan berujung pada tindakan kriminal. Kasus pembunuhan ini tidak hanya menjadi catatan kriminal, tetapi juga peringatan keras bahwa konflik di ruang digital dapat berubah menjadi tragedi nyata jika dibiarkan tanpa kendali. ( MET ).







