DAERAH  

Sumatra Blackout, Calon Ketum PBNU Desak PLN Bertanggung Jawab dan Bayar Kompensasi Warga

2d707bfd 122e 474c 9137 25ef083b22c3

FORUM MEDAN | Pemadaman listrik massal yang melanda hampir seluruh wilayah Pulau Sumatera pada Jumat malam (22/5/2026) menuai kritik keras dari berbagai kalangan. Gangguan pada sistem transmisi listrik Rumai–Muaro Bungo 275 kV disebut menjadi penyebab terganggunya pasokan listrik di sejumlah daerah dan melumpuhkan aktivitas masyarakat.

Menanggapi peristiwa tersebut, calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KM Safrizal Almalik mendesak PT PLN (Persero) untuk tidak hanya menyampaikan permohonan maaf kepada publik, tetapi juga segera mengambil langkah nyata dengan memberikan kompensasi kepada masyarakat yang terdampak.

Menurut Safrizal yang juga Direktur Eksekutif Institute of Consumers and Costumers Protection Center (ICCPC), blackout besar-besaran tersebut tidak bisa dianggap sebagai persoalan biasa karena dampaknya sangat luas terhadap kehidupan masyarakat.

“Rakyat membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan maaf. Banyak masyarakat dan pelaku usaha mengalami kerugian akibat padamnya listrik secara massal ini. PLN harus hadir dengan solusi dan tanggung jawab yang jelas,” tegasnya dalam keterangannya.

Ia menilai, padamnya listrik di hampir seluruh Sumatera menjadi alarm serius terhadap lemahnya sistem mitigasi dan kesiapan infrastruktur kelistrikan nasional, khususnya di wilayah Sumatera.

Akibat blackout tersebut, berbagai aktivitas masyarakat disebut lumpuh, mulai dari kegiatan ekonomi, pelayanan publik, jaringan komunikasi hingga pelayanan kesehatan yang berpotensi mengancam keselamatan pasien di sejumlah fasilitas medis.

Safrizal meminta PLN segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi dan pengamanan jaringan listrik agar kejadian serupa tidak terus berulang di masa mendatang.

Selain itu, ia menegaskan bahwa masyarakat sebagai pelanggan memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan yang layak sesuai standar mutu pelayanan ketenagalistrikan yang telah diatur pemerintah.

Dalam pernyataannya, Safrizal mendesak PLN untuk segera:

  • Memberikan kompensasi otomatis kepada pelanggan terdampak tanpa prosedur rumit.
  • Menyampaikan hasil investigasi penyebab blackout secara terbuka kepada publik.
  • Melakukan evaluasi total terhadap sistem pengamanan jaringan listrik Sumatera.
  • Menjamin pemulihan layanan dilakukan secara cepat dan merata.

“Listrik adalah kebutuhan utama masyarakat. Ketika terjadi pemadaman massal yang merugikan jutaan warga, maka harus ada pertanggungjawaban yang jelas. Kepercayaan publik tidak cukup dijaga dengan permintaan maaf, tetapi dengan tindakan nyata,” tutup KM Safrizal Almalik. (re)