HIMMAH Dukung Satgas Pangan Polri Periksa Bos PT SIMP Tbk Anthony Salim

1 55

FORUM JAKARTA | Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PP HIMMAH) mendukung Satgas Pangan Polri memanggil produsen minyak goreng se-Indonesia. Hal itu disampaikan Ketua Umum PP HIMMAH Abdul Razak Nasution melalui keterangan tertulisnya yang diterima Kamis 24 Februari 2022.

Dikatankannya hal ini terkait kelangkaan dan temuan beberapa penimbunan minyak yang ada di seluruh Indonesia, diantaranya temuan sebanyak 1,1 juta kg minyak goreng di Deli Serdang, Sumatera Utara, di Gudang PT Salim Ivomas Pratama Tbk. Kemudian penimbunan 9.600 liter di Serang, Provinsi Banten.

“Saat rakyat dihadapkan dengan varian baru Omicron, kesempatan pengusaha “nakal” diduga bos PT SIMP Anthony Salim mengambil kesempatan dengan menimbun minyak di Deli Serdang demi kepentingan pribadi dan perusahaannya. Kita minta Satgas Pangan Polri memanggil dan memeriksa Anthony Salim. Jikalau perlu cabut sementara izin PT SIMP Tbk untuk memudahkan pemeriksaan,” tegas Razak.

Selain itu, masyarakat sulit mendapatkan minyak goreng kalaupun ada dengan harga yang tinggi. “Ini bertentangan dengan statement Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto yang mengatakan pemerintah sepenuhnya menjamin ketersediaan bahan pokok dan kestabilan harga minyak goring. Dia menyatakan menjamin harga minyak goreng rendah dan mudah didapatkan (https://m.liputan6.com/bisnis/read/4875282/). Faktanya di lapangan berbanding terbalik dengan statement beliau,” ungkap Razak.

Manajemen PT SIMP Tbk  mengklaim bahwa minyak goreng itu ditumpuk dan tak diedarkan ke pasar lantaran manajemen perusahaan mengklaim rugi dengan kebijakan satu harga yang ditetapkan pemerintah. Ini artinya PT SIMP tidak patuh dengan pemerintah dan telah diduga kangngkangi PERPRES No 59 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting. Prepres itu telah dikangkangi hanya untuk mementingkan keuntungan perusahaan di tengah sulitnya minyak goreng yang dibutuhkan masyarakat banyak,” tambah Razak.

Menurut Razak, negara Indonesia adalah negara kaya akan SDAnya. “Persolan minyak goreng kita langka dan harganya mencekik rakyat kecil di tengah situasi varian baru omicron. Harga jual mencekik rakyat di tengah situasi ekonomi sulit,” sesalnya.

Razak juga berharap kepada Presiden Joko Widodo agar mengevaluasi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto karena tidak becus bekerja dan “gila” capres. “Pemerintah harusnya benar menjamin kestabilan harga pangan dan minyak goreng,” tutupnya.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *