KOMDAM-SU Gelar Pelatihan Da’i dan Da’iyah Muda dari 10 Kabupaten/Kota di Sumut

2 43

FORUM MEDAN | Komunitas Da’i Melayu Sumatera Utara (KOMDAM-SU) menggelar pelatihan dai dan daiyah muda guna meningkatkan kemampuan berkomunikasi kepada masyarakat dan pengembangan diri serta penataan manajemen dakwah. Pelatihan ini diikuti 50 peserta dari 10 kabupaten/kota di Sumatera Utara.

Pelatihan yang digelar selama dua hari, Rabu hingga Jumat (20-22/4/2022), dilaksanakan di Gedung Pimpinan Wilayah (PW) Al-Washliyah Sumatera Utara, Jalan SM Raja Medan. Hadir dalam kegiatan ini antara lain Ketua Umum Pengurus Besar Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) Dato’ Sri Lelawangsa H Syamsul Arifin SE, Ustadz Ilham Dani, Ustadz Syahril, Ustadz Arif Habibi, Ustadz M Hidayat dan para tokoh rumpun puak Melayu.

“Alhamdulillah KOMDAM-SU dapat menggelar peningkatan kapasitas da’i muda melalui program pelatihan da’i dan da’iyah muda guna meningkatkan kemampuan komunikasi bermasyarakat dan pengembangan diri serta penataan manajemen berdakwah,” ucap Ketua Umum KOMDAM-SU, Ustadz Bukhori Al Hafidz, Jumat (22/4/2022).

Menurut Ustadz Bukhori Al Hafidz, tugas dakwah merupakan tanggungjawab bersama seluruh kaum muslimin. “Tugas dakwah itu tugas bersama. Menjadi sebuah keharusan, pesatnya teknologi saat ini tetap harus dibarengi dengan penguatan secara spiritual dalam diri. Tentu peran serta dai dan lembaga-lembaga dakwah menjadi bagian terpenting dalam menanamkan nilai-nilai Ilahiyah pada setiap insan sebagai upaya penegakan syiar Islam,” paparnya.

Ustadz Bukhori yang juga dikenal ustadz berambut gondrong ini menjelaskan, pelatihan yang dilaksanakan KOMDAM-SU tersebut dimaksudkan untuk pengembangan kapasitas yang tidak hanya berhenti pada kemampuan individu, tetapi pemberdayaan kelembagaan sebagai simpul sinergi berbagai individu. Tujuannya untuk melahirkan generasi da’i dan da’iyah yang siap pakai dalam menjawab tantangan umat dan perkembangan zaman.

“Semoga pelatihan ini dapat memberi kontribusi dalam mewujudkan kekuatan kelembagaan yang lebih kondusif dalam mendorong inovasi dan kreatifitas para dai dan daiyah dalam menjawab tantangan umat dan perkembangan zaman,” jelasnya.

KOMDAM-SU, kata Ustadz Bukhori Al Hafidz, telah mencanangkan pelatihan dai dan daiyah ini menjadi program unggulan yang akan digelar dalam enam bulan sekali. Pelatihan digelar dengan menggunakan metode keragaman pendekatan untuk pemahaman dan pengetahuan, melalui mini presentasi, tanya jawab, studi kasus, demonstrasi, diskusi kelompok, dan lainnya. Selain itu, keterampilan meliputi simulasi, demonstrasi, intruksi dan kerja kelompok sebagai penguatan ukhuwah Islamiyah.

Tidak hanya itu, sebut Ustadz Bukhori, pelaksanaan pelatihan itu juga diharapkan dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dalam menegakkan nilai-nilai Islam, memotivasi pemuda untuk beramal yang nyata dalam kehidupan pribadi, keluarga dan masyarakat, memberikan wawasan tentang perkembangan dakwah Islam, serta membangun jaringan dakwah yang lebih luas. “Kita bangun semangat moderasi melalui pelatihan ini. Terlebih lagi membangun semangat dakwah bagi generasi muda dalam menjawab tantangan umat dan perkembangan teknologi informasi,” ujarnya.

Pelatihan dai dan daiyah muda KOMDAM-SU berlangsung hikmat dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Pesertanya berasal dari Medan – Sergai – Tebing Tinggi – Batu Bara – Asahan – Tanjung Balai – Langkat – Paluta – Sipirok dan Sibolga. Mereka antusias mengikuti materi-materi yang disampaikan ustadz-ustadz kondang Sumatera Utara, antara lain Ustadz Dr H Dedi Iskandar Batubara SH, S.Sos, MSP yang menyampaikan tentang Politik Islam, Ustadz H Fadly Nurzal dengan materi Sosiologi Dakwah, dan sejumlah ustadz serta mentor-mentor pelatihan lainnya. (*****)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *