FORUM MEDAN | Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara) Kota Medan minta Tim Sapu Bersih (Saber) Pungutan Liar (Pungli) dan Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) usut dugaan pungli yang berkedok tenaga kerja yang dilakukan oleh Koperasi TKBM Upaya Karya di Pelabuhan Belawan.
Hal itu dikatakan Budi Yanto SH selaku Ketua LSM Penjara PN Kota Medan di kantornya, Rabu, (3/8/2022) Jalan Bilal, Kecamatan Medan Timur Kota Medan saat dikonfirmasi.
Budi meminta agar pihak tim Saber Pungli yang dibentuk Presiden Jokowi segera usut dugaan pungli yang berkedok tenaga kerja yang dilakukan oleh koperasi TKBM Upaya Karya
“Kami minta Tim Saber Pungli usut dugaan pungli di Pelabuhan Belawan yang dilakukan oleh koperasi TKBM Upaya Karya”, ucap Budi.
Penelusuran, setiap kapal yang menyandar di Pelabuhan Belawan diduga harus menyetor uang ratusan juta rupiah untuk bisa melakukan bongkar muat di sana, jika tidak diberikan maka kegiatan bongkar muat tidak bisa dilakukan oleh pihak kapal.
Bukan hanya itu, kegiatan yang hanya dilakukan beberapa hari dan dikerjakan hanya beberapa orang buruh tidak sebanding dengan pengeluaran yang dilakukan oleh pemilik barang atau PBM.
Hal itu tentu saja merugikan pihak kapal dan Perusahaan Bongkar Muat (PBM) yang ingin melakukan kegiatan di pelabuhan Belawan, untuk itu sekali lagi kami minta agar tim Saber Pungli dan Poldasu segera turun tangan dan tangkap orang-orang yang terlibat disana.
Selanjutnya Budi menambahkan jika menurut catatan tahun 2016, kasus pungli juga pernah terjadi disana dan orang-orang yang terlibat didalamnya telah ditangkap, dan beberapa tahun kebelakang ini kasus pungli kembali marak di Pelabuhan Belawan.(man)







