DAERAH  

LIPPSU: Penyelenggara Kota Ini Sudah Gila, Musnahkan Bukti Icon Sejarah Kota Medan

c9df89e7 01fe 492d b906 626fcfff551c
Titik Nol Icon sejarah kota Medan telah di hancuri dan dihilangkan

 FORUM MEDAN | Pemerintah Kota Medan menghancurkan tugu monument dan air mancur yang sejak tahun 1915 menjadi icon titik nol kota bernilai sejarah.

“Penyelenggara kota ini sudah gila. Memusnahkan dan menghilangkan tugu titik nol yang bernilai sejarah, adalah nyata sebagai sebuah perbuatan yang tidak memahami kearifan lokal,” ucap Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik, kemarin.

Menurut Azhari, Medan merupakan kota religi, budaya, peradaban maupun perdagangan yang memiliki banyak meninggalkan bukti-bukti sejarah. “Sebagai Kota Metro, Medan banyak ditinggali warisan bukti sejarah peradabannya. Kota ini ada dan dibuka, diawali dengan berkuasanya Gocah Pahlawan, seorang Panglima Perang dari Kesultanan Samudera Pasai yang bernama Muhammad Akbar Deli Han pada abad ke 16. Sedangkan nama Medan sendiri selalu diucapkan oleh Panglima Padrap yang acap menyebut “Ini Medan Pertempuranku”. Panglima Padrap sendiri adalah putra dari Gocah Pahlawan, yang makamnya terletak di pinggiran Sungai Deli di Jalan Raden Saleh dan terlantar begitu saja,” sebut Azhari Sinik.

Sedangkan peletakan batu pertama sebuah kampung Medan sendiri dilakukan oleh Guru Patimpus, dengan membangun pasar di pinggiran sunga deli,  yang dulu bernama pasar bundar. Pasar itu pun sudah hilang dan sekarang dijadikan Tugu Guru Patimpus dan Air Pancur.

“Penghilangan dan penghancuran Tugu Monumen Titik Nol Kota Medan, ini sama saja menghilangkan bukti sejarah Kota Medan yang dilindungi oleh UU Cagar Budaya, dan pelakunya dapat dipidanakan,” tegas Ari Sinik.

“Saya teringat dengan peristiwa Sosial tahun 1946 yang dimotori oleh PKI. Kejadian ini terjadi dari bulan Juli sampai Agustus, dengan pembunuhan, pemerkosaan, penjarahan, pembakaran dan penghancuran bangunan-bangunan istana peradaban sejarah di Nusantara, termasuk di Sumatera Timur dan Kota Medan sendiri dengan dihancuri dan dibakarnya Istana Puri dan dijarahnya fasilitas Istana Puri tersebut,”  kata Azhari Sinik mengulas sejarah.

“Nah hari ini dan di bulan ini, hal sama juga telah dilakukan di Kota Medan. Bangunan Tugu Monumen Titik Nol dan kolam pancur Kota Medan yang dibangun oleh  seorang penemu Tembakau Deli dan memperkenalkan Kota Medan ke pelosok dunia, telah dihancuri, dihilangkan dan dihapuskan oleh Pemerintah Kota Medan. Masalah ini tidak bisa didiamkan begitu saja,” tegasnya. (zas)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *