Poto para pelaku menggunakan helm pun keesokan harinya menyebar di media massa dan media sosial. Sekilas, mereka sempat dicurigai oknum aparat. Bisa dimaklumi, postur tubuh pelaku menyerupai aparat. Selain itu, mereka mahir menggunakan senjata.
Gerombolan bersenjata ini semakin membuat geger republik ini setelah sekitar tiga pekan kemudian. Tidak puas menembak mati Imanuel Simanjuntak, kelompok sadis ini menyerang langsung Markas Polsek Hamparan Perak.
Tiga orang petugas kepolisian yang sedang melaksanakan tugas piket malam, menjadi korban. Ketiganya tewas di tempat setelah diberondong peluru. Para pelaku juga mengobrak – abrik ruangan di dalam markas kepolisian tersebut.

Hari Kesaktian Polda Sumut
Setelah kejadian penyerangan ini, Polda Sumut meningkatkan intensitas pengejaran. Tidak hanya aparat di Polsek seluruh jajaran Polda Sumut, TNI juga dengan inisiatif sendiri ikut bergabung melakukan pengejaran. Hal yang lebih menghebohkan pun terjadi.
Saat itu, masyarakat merasa senang melihat Kapolda Sumut, yang dikenal baik dan ramah. Masyarakat juga ikut membantu aparat kepolisian dalam mencari informasi kawanan kelompok bersenjata tersebut. Dukungan masyarakat dari Kota Medan, Binjai, Deliserdang hingga Serdang Bedagai.
Awal terungkapnya kasus ini pada tanggal 30 September 2010. Saat itu, masyarakat di Dolok Masihol melihat gelagat sejumlah orang mencurigakan keluar dari dalam perkebunan, menenteng senjata. Para pelaku ini keluar hutan mau membeli makanan.
Masyarakat langsung melaporkan hal itu kepada polisi. Saat itu, Kapolsek dan Wakapolsek turun ke lokasi yang disebutkan. Mobil kapolsek sempat ditembaki para pelaku dan terjadi baku tembak. Kapolsek juga melaporkan informasi itu kepada Kapolres Tebing Tinggi, AKBP Robert Harianto.
Secara bersamaan, AKBP Robert Harianto melaporkan kejadian kepada Kapolda Sumut Irjen Oegroseno. Kapolda langsung memerintahkan Kapolres supaya menginstruksikan bawahan untuk tetap silent dalam mengejar pelaku.









