FORUM STABAT | Sedikitnya, 66 warga calon Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan mengikuti tes wawanca di Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Langkat, Rabu (19/20/2022) pagi. Warga yang diwawancarai, merupakan peserta yang lolos ujian Computer Assisted System (CAT) beberapa waktu lalu.
Dengan antusias, para peserta terlihat memadati Kantor Bawaslu tingkat kabupate/kota itu. “Kita melakukan tes wawancara kepada para calon Panwaslu Kecamatan, yang lolos di tingkat enam besar lulus ujuan CAT,” kata Ketua Bawaslu Langkat Husni Laili, di sela kesibukannya.
66 orang ikuti wawancara
Hari ini, kata wanita berhijab itu, ada enam orang untuk setiap wawancar, dikali 11 kecamatan. Totalnya, 66 orang yang berkompetisi mengikuti ujian tersebut. Hasilnya, dipilih tiga orang untuk mewakili setiap kecamatan, yang akan dimumumkan 26 Oktober mendatang.
“Sistem wawancaranya diacak, enam orang untuk setiap sesi dari kecamatan yang berbeda. Hari ini juga dilakukan tahapan verifikasi faktual, maka kita membagi tugas. Sehingga ada keterbatasan staf atau personil yang tidak terlalu banyak,” terang Laili.
Pada kesempatan itu, Laili juga menyampaikan terkait hasil ujian Cat yang dituding tidak transparan. Dia menjelaskan, sejuh ini Bawaslu Langkat tetap mengikuti regulasi yang ada, sesuai dengan Keputusan Bawaslu RI.
Keputusan Bawaslu Ri
Dimana, sudah ada perubahan pada keputusan sebelumnya, pengumuman itu ditetapkan pada tanggal 17 Oktober. Namun setelah adanya Keputusan Bawaslu RI Nomor 354, pengumuman hasil ujian CAT ditetapkan menjadi 18 Oktober.
“Berdasarkan dari Surat Keputusan Bawaslu RI Nomor 354, tidak ada keharusan untuk menampilkan nilai dari ujian CAT,” tegas Laili, sembari menerangkan tes wawancara itu diupayakan selesai dalam dua hari. Tujuannya, agar verifikasi faktual partai politik peserta Pemilu 2024 dengan KPU Langkat, bisa terlaksana dengan baik. (Ahmad)







