FORUM MEDAN | Redflavour adalah, sebuah band beraliran pop rock yang berasal dari kota Medan. Band ini berdiri pada 11 Oktober 2020 di Kota Medan.
Budi sang gitaris saat ditemui di Jalan Amir Hamzah Medan, Rabu (16/6/2021) mengatakan, awal sejarah terbentuknya Redflavour tak lain dari sebuah komunitas musik yang mana mulanya dengan empat personil yaitu, Tria (vokal), Budi Satria (gitar), Arief (bass) dan Azril (drum).
Adapun jenis musik yang diusung Redflavour bergenre pop rock dan sebagian besar lagunya ditulis oleh gitaris mereka Budi Satria yang saat itu masih bergabung di Komunitas Rocksbro dan Jamres Militan Medan.
Namun tak lama setelah terbentuknya Redflavour, drummer yaitu Azril langsung memutuskan untuk keluar dan digantikan Ilham. Taak lama bergabung, Ilham pun keluar lalu digantikan Ryan sampai dengan sekarang.
Ada tiga kali pergantian drummer dalam waktu yang sangat berdekatan. Dan karena kebutuhan lagu dan para personil ingin agar musik mereka lebih berwarna, maka mereka memutuskan untuk menambah personil di bagian keyboard yang di isi oleh Agung dari Komunitas Jamres Sei Rampah.
Jadi adapaun personil tetap hingga saat ini adalah, Tria (vocal), Budi Satria (gitar),
Arief (bass), Agung (keyboard) dan Ryan (drum). Dan saat ini sudah mempunyai 2 buah lagu yang berjudul Sampai Mati dan Maafkan yang selalu mereka bawakan setiap mereka manggung.
Redflavor atau sering di panggil dengan sebutan akrab nya RFV belum pernah ikut kompetisi atau festival dan sejenisnya nya. Karena baru di bentuk saat pandemi covid19 melanda.
Tapi meskipun tidak pernah ikut kompetisi atau festival, RFV sering di panggil untuk mengisi acara- acara band indie yg di adakan di Kota Medan, dan juga mengisi acara-acara komunitas seperti, di Vadiva Cafe Marelan, Wapres Jemadi, PRR Marelan, Patumbak Outbond, Mega Park, Manhattan, Metrolink Street Market, Fritochiken Marelan.
“Yang terakhir kami main di Inbox Cafe Jalan Amir Hamzah,” kata Budi.
Makanyamereka berharap agar bisa terus eksis di blantika musik Medan dan dapat terus berkembang ujar Budi mengakhiri pembicaraan. (kesuma)







