KONI Sumut Buka Selekda Sepatu Roda Untuk PON 2024 Mendatang

e9cbf1cd 9ecc 4894 baba 6147fccc4eeb
Kabid Litbang KONI Sumut, Basyaruddin Daulay saat membuka Selekda separu roda. ( Poto : kesuma)

FORUM MEDAN | KONI Sumut secara resmi membuka Seleksi Daerah (Selekda) yang dilangsungkan di Lintasan Sepatu Roda Disporasu 5-6 Desember 2022.

Selekda yang dilangsungkan dua hari tersebut, diikuti 50 atlet dari empat kabupaten kota yaitu, Medan, Deli Serdang, Batubara dan Binjai.

KONI Sumut yang diwakili Kabid Litbang, Basyaruddin Daulay saat membuka Selekda Sepatu Roda mengatakan, ajang ini tak lain ingin mengukur kemampuan para atlet Pelatda dan juga kesempatan bagi atlet non Pelatda untuk unjuk gigi agar masuk program jangka panjang KONI Sumut jelang PON 2024 Aceh-Sumut.

“Kalau ingin ikut program jangka panjang KONI Sumut, para atlet non Pelatda harus mampu mengalahkan atlet sepatu roda yang sudah ada didalam program tersebut,” kata Basyaruddin serius.

Sebab KONI Sumut membuat program promosi degradasi. Jadi kesempatan bagi atlet non Pelatda bisa mengalahkan atlet Pelatda.

“Apalagi nama-nama atlet sebanyak 15 orang sudah masuk dalam program Pelatda sejak 30 Nopember 2022 kemarin. Artinya setiap satu atlet harus meraih dua medali emas,” ucap Basyaruddin.

Dikatakan, awal Januari 2023 mendatang Surat Keterangan (SK) sudah diterbitkan oleh KONI Sumut. Dan setelah SK keluar, yang langsung diwarnai dengan tes fisik atlet

Menurutnya, sewaktu PON Papua kemarin Sumut meraih dua medali perak. Sementara sewaktu PON dilangsung di Pulau Sumatera dimana daerah ini masuk sebagai tuan rumah, atlet daerah ini harus mampu meraih tiga medali emas

Basyaruddin kembali mengatakan, para atlet sepatu roda daerah ini harus mampu masuk ke dalam tiga katagori pelaku olahraga yang terus diperhitungkan yaitu, atlet peraih emas di Sea Game, peraih emas di PON dan peraih emas di event nasional.

Apalagi saat ini sudah harus membicarakan program kerja tahun 2023. Seperti tray out keluar harus dilaksanakan. Sebab mimpi medali emas harus diwujudkan.

Saat ini kita sudah bicara 2023 yang mana hari, bulan dan waktu yang harus digunakan untuk berlatih lebih serius. Disamping itu, para atlet sepatu roda daerah ini harus berani tampil maksimal walau pengurus lama sudah depenitif.

“Makanya disini sangat diharapkan sekali peran para orang tua untuk membimbing para anak agar bisa bertanggung jawab saat tugas diberikan padanya. Satu lagi peran orang tua yang sangat penting memberikan perhatian dengan membuat program teratur seperti, jam istirahat, makan dan poding yang teratur,” katanya lagi.

Begitu juga dengan pelatih, Baday meminta harus lebih serius dengan menetapkan jadwal latihan pagi sore.

“Apalagi sama kita ketahui bahwa, latihan tiga kali latihan dalam seminggu, itu merupakan rekreasi. Lima kali seminggu bisa dan yang tepat adalah, enam kali seminggu dengan jadwal yang telah terprogram,” pungkasnya mengakhiri.

Sementara Kepala Palatih Sepatu Roda Pelatda, Pandji Prasetio mengatakan, 50 atlet putra-putri yang ikut Selekda dua hari ini mengikuti 9 nomor lomba dari 12 nomor yang ada dicabor sepatu roda.

“Akibat kurang kuota, makanya kita pertandingkan 9 nomor saja. Dan lebih cendrung peserta mengikuti nomor perorangan ketimbang beregu,” katanya.

Dikatakan, adapun nomor lomba unggulan yang siap bersaing nantinya di PON Aceh-Sumut yaitu, 200 m, 500 1000 dan speed slalom dimana merupakan nomor unggulan

“Makanya sesuai dengan keinginan KONI Sumut, kita akan menggenjot anak-anak lewat latihan fisik dan tehnik walau sarana tempat latihan sepatu roda Disporasu tidak memenuhi standarisasi lomba,” pungkas Pandji mengakhiri. (kesuma)