Medan – Kapolda Sumatera Utara, Irjen Ridwan Zulkarnain Panca Putra Simanjuntak menegaskan, memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat merupakan kewajiban.
Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak menegaskan hal itu saat memberi sambutan pada penganugerahan hasil survei Kepatuhan Pelayanan Publik di Kantor Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sumatera Utara.
Sebelumnya, berdasarkan hasil survei kepatuhan Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sumatera Utara, 19 Polres di bawah kepemimpinan Irjen Ridwan Zulkarnain Panca Putra Simanjuntak sebagai Kapolda Sumut meraih zona hijau.
“Kita harus mau. Anda tidak tahu bahwa ini adalah kewajiban kita untuk memberi pelayanan publik kepada masyarakat,” kata Irjen Panca Putra Simanjuntak, dihadapan para Kapolres di Kantor Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sumatera Utara, Jalan Sei Besitang Nomor 3 Kelurahan Sei Sikambing D, Kecamatan Medan Petisah, pada Kamis, 2 Februari 2023.
Karena, dijelaskan Irjen Panca, memberi pelayanan publik yang prima kepada masyarakat merupakan suatu kewajiban.
“Zaman sudah berubah. Ayo. Kita harus terus membangun dan memberi pelayanan yang baik sesuai dengan tugas kita masing-masing. Ini merupakan kewajiban kita memberi pelayanan publik yang baik,” pungkas Panca Putra Simanjuntak
Selain itu, Kapolda Sumut mewanti-wanti jajarannya jika tidak memberikan pelayanan publik yang prima kepada masyarakat. “Ini sangat penting. Memberi pelayanan prima kepada masyarakat. Makanya, saya undang para Kapolres hadir ke Ombudsman. Harapannya, para pimpinan bisa mentransformasikan atau menyampaikan bagaimana pelayanan publik yang semestinya ke jajaran di bawahnya. Ini kewajiban kita,” kata Irjen Panca Putra Simanjuntak.
Kemudian, kata Irjen Ridwan Zulkarnain Panca Putra Simanjuntak, dirinya senang karena jumlah Polres jajaran yang meraih zona hijau meningkat dibandingkan hasil survei Ombudsman pada tahun sebelumnya. “Saya senang. Jumlah Polres yang meraih zona hijau naik dibanding survei pada Tahun 2021,” ujarnya.
Sebelumnya, berdasarkan hasil survei Kepatuhan Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2022, 19 Polres jajaran Polda Sumatera Utara meraih zona hijau.
Angka tersebut naik 100 persen lebih, jika dibandingkan survei sebelumnya, yakni hanya 9 Polres yang meraih zona hijau pada survei tahun 2021.
Dari 19 Polres yang meraih zona hijau berdasarkan survei kepatuhan Ombudsman RI tahun 2022 tersebut, 7 di antaranya meraih kepatuhan tinggi terhadap pelayanan publik sesuai Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang pelayanan publik atau kategori A.
Ke 7 Polres, masing-masing Polres Binjai dengan nilai 95,63, Polres Madina (94,84), Polres Labuhanbatu (93,8), Polres Tebingtinggi (91,07), Polres Dairi (90,76) dan Polres Tanjungbalai (89,27) serta Polres Belawan (88,83).
Sedangkan 12 Polres yang meraih Predikat Zona Hijau Katagori B dengan Opini Pelayanan Publik Kualitas Tinggi adalah Polres Pakpak Bharat (87,28), Polres Batubara (87,18), Polres Langkat (86,66), Polres Karo (85,72), Polres Samosir (84,23).
Kemudian, Polres Simalungun (83,56), Polres Deliserdang (82,72), Polres Sergai (81,95), Polres Tapteng (81,61), Polresta Kota Medan (80,95), Polres Tapsel (78,91) dan Polres Padangsidimpuan (78,75).
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sumatera Utara, Abyadi Siregar menyampaikan harapannya, institusi Kepolisian agar terus melakukan perbaikan dengan meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
“Mereka (Kepolisian) harus kita beritahu sejauh apa tingkat kepatuhan mereka dalam penyelenggaraan pelayanan publik,” kata Abyadi Siregar.
“Apalagi saat ini, banyak tagline-tagline bernada negatif yang menggambarkan belum baiknya layanan kepolisian. Misalnya, hastag percumalaporpolisi, no viral no justice, no money no justice,” jelas Abyadi Siregar.
Ini semua, kata Abyadi Siregar, merupakan ungkapan kekecewaan masyarakat atas layanan kepolisian yang selama ini berkembang.
“Semua hastag-hastag itu merupakan bentuk ungkapan kekecewaan masyarakat atas layanan kepolisian yang berkembang di tengah masyarakat,” ujar Abyadi Siregar.
Karenanya, ini adalah tantangan besar Polri. Mengembalikan kepercayaan publik, bahwa Polri adalah pelayan masyarakat. Ini tugas berat,” pungkas Abyadi. (cu)









