Wisuda Santri Tahfiz 30 Juz Pesantren MATAQU, Ini Kata Pj Walikota Lhokseumawe

Wisuda Tahfiz 1 2
Pj Walikota Lhokseumawe Dr Drs Imran MSi MACd memberi sambutan saat wisuda akbar santriwan/santriwati Ma’had Ta’limul Qur’an (MATAQU) Ustman bin Affan, penghapal 30 Juz Al-Quran

Imran pun menyinggung sejumlah berita di media massa terkait narkoba. “Pertama saya begitu terkejut ketika beberapa waktu yang lalu secara berurutan, muncul berita penangkapan sabu 2 kg, 20 kg dan seterusnya yang berasal dari Aceh Utara. Bayangkan, satu miligram saja jika terus-menerus itu bisa merusak generasi muda. Apalagi jika 200kg, bisa merusak berapa generasi? Saya bahkan tidak sanggup membayangkan. Kita harus mengantisipasinya,” sebutnya.

Kedua, masalah perilaku juga luar biasa mengejutkan. Dua minggu terakhir sudah mulai ada tawuran antar kelompok pemuda bahkan tawuran antar pelajar. Di sekolah sekarang ini sudah mulai ketat dibentuk peraturan, jika pelajar terlibat tawuran makan akan dikasih dua surat pernyataan, yaitu pernyataan keluar dari sekolah atau kedua pernyataan keluar dari Kota Lhokseumawe.

Kedua masalah ini tentu tidak bisa ditangani oleh Pemko saja, tapi ini merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat Kota Lhokseumawe khushsnya orang tua. Walikota tidak mugkin memantau 24 jam. “Dan saya ingin, jika ada yang tertangkap itu harus diberi pembelajaran agar jera, kalau perlu oleh kepolisian. Hal ini ada kaitannya juga dengan kerusakan moral, saya jarang berbicara tentang moral karena sebagai putra yang lahir di Lhokseusawe kemudian merantau keluar dan kembali sebagai Pj Walikota Lhokseumawe jujur saya merasa malu. Ternyata luar biasa kerusakan moral yang terjadi di sini,” katanya.

“Kenapa itu saya tertibkan kawasan Waduk, karena banyak kafe menjadi tempat yang mengajak dangdutan. Dan mirisnya lagi, bahkan ada yang melawan Walikota dengan alasan pemerintah ingin “merusak mata pencaharian orang miskin Kota Lhokseumawe,” tambahnya.

Wisuda Tahfiz 1 1
Pj Walikota Lhokseumawe Dr Drs Imran MSi MACd berfoto bersama santriwati Ma’had Ta’limul Qur’an (MATAQU) Ustman bin Affan, wisudawati penghapal 30 Juz Al-Quran

Selama ini, Imran memang getol melakukan penertiban. “Saya begitu getol ingin menertibkan orang yang buang sampah, orang yang membuat bangunan sembarangan. Semua itu karena orang yang berjualan di Waduk, tidak hanya membuang sampah makanan dan kemasan, namun juga sekarung dan keranjangnya ke dalam Waduk. Padahal Waduk itu sangat berguna untuk pencegahan banjir. Dan sebagai reservoir yaitu tempat menampung limbah dari kota,” katanya.

Terakhir, Pj Walikota berpesan kepada wisudawan dan anak-anak yang telah mempelajari Al-Qur’an, agar mengabdilah kepada Allah dengan sebenarnya dan penuh taqwa. Serta berbaktilah kepada kedua orang tua dan patuh kepada guru.

“InsyaAllah santriwan-santriwati semua akan menjadi orang yang mencapai kesuksesan dan juga memberi manfaat kepada orang lain, menjadi pemimpin daerah bahkan menggantikan saya nantinya,” harapnya disambut tepuk tangan hadirin.

“Setinggi apapun ilmu yang kamu peroleh, tidak akan berguna apabila ilmu itu tidak kamu amalkan. Sebanyak apapun hafalan yang kamu punya, tidak akan berguna jika tidak diimplementasikan. Sepintar-pintarnya kamu berbicara, tidak berguna jika tidak berbuat secara nyata. Seluas luasnya pengetahuanmu, tidak akan berguna tanpa bermanfaat kepada masyarakat.”

Turut hadir dalam acara wisuda Rektor IAIN Lhokseumawe Dr. Danial, M.Ag, ketua yaysan MATAQU Azhar Ibrahim, SQ dan Pembina yayasan serta camat Blang Mangat. (Adv)