Edukasi Dinkes Aceh Utara Mengenai Campak

943c3a99 d2c1 4b78 be99 9383c8069a21
Penderita penyakit campak pada anak

Diperlukan waktu enam hingga 21 hari untuk timbulnya gejala campak setelah terinfeksi.

Pengidapnya dapat menularkan penyakit ini sekitar empat hari, sebelum timbulnya ruam hingga sekitar empat hari setelah ruam muncul.

Baca Pentingnya Pemberian Vaksin Campak pada Anak untuk mengetahui fakta mengenai campak dan pencegahannya.

FAKTOR RISIKO CAMPAK

Umumnya, kondisi ini lebih sering menimpa anak-anak berusia di bawah lima tahun. Namun, siapapun bisa terinfeksi virusnya. Seseorang juga semakin rentan untuk terkena campak bila belum pernah terkena penyakit tersebut atau belum mendapatkan vaksinasi.

Berikut ini beberapa faktor risiko campak:

  1. Belum mendapatkan vaksinasi

Kamu berisiko lebih tinggi terkena penyakit ini bila belum menerima vaksin campak.

  1. Bepergian ke luar negeri

Bila kamu bepergian ke Negara berkembang, di mana kondisi ini sering terjadi, kamu berisiko lebih tinggi terkena penyakit tersebut.

  1. Kekurangan vitamin A

Orang yang kurang mengonsumsi asupan vitamin A juga berisiko mengalami gejala dan komplikasi yang parah.

GEJALA CAMPAK

Gejala awal infeksi campak biasanya berupa batuk berdahak, pilek, demam tinggi dan mata merah.

Anak-anak mungkin juga memiliki bintik-bintik koplik (bintik-bintik merah kecil dengan pusat biru-putih) di dalam mulut sebelum ruam dimulai.

Ruam kemudian akan muncul 3–5 hari setelah gejala awal dimulai.

Urutan kemunculan bercak ini dari belakang telinga, sekitar kepala, kemudian ke leher. Pada akhirnya, ruam akan menyebar ke seluruh tubuh.

DIAGNOSIS CAMPAK

Diagnosis campak ditentukan berdasarkan gambaran klinis, yaitu tanda dan gejala yang dialami oleh pasien.

Namun pada kasus-kasus khusus, dokter dapat melakukan pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan darah lengkap, antibodi terhadap campak, dan fungsi hati.