Bedanya lagi, bayi yang sudah diimunisasi tidak akan menularkan penyakitnya ke Bunda, Ayah, atau orang lain sekitarnya jika terinfeksi oleh virus atau bakteri penyebab penyakit.
Sebaliknya, jika tidak diimunisasi bayi sangat berisiko menyebarkan virus penyebab penyakit dalam tubuhnya ke bayi dan anak-anak lain yang mungkin belum sempat mendapatkan vaksinasi.
- Risiko Kembalinya Wabah
Pemberian vaksin dapat mengurangi angka kasus penyakit dan mencegah timbulnya wabah yang menyebar ke mana-mana dan menyebabkan cacat atau kematian lebih banyak. Dengan begitu, diharapkan pada masa mendatang, penyakit tersebut dapat dibasmi secara menyeluruh.
Jika ada semakin banyak anak yang tidak diimunisasi, penyakit yang selama bertahun-tahun berhasil dicegah dapat kembali mewabah. Contoh nyatanya adalah wabah polio yang sempat kembali menyerang di Indonesia pada beberapa waktu lalu.
Indonesia sendiri pernah telah dinyatakan Bebas Polio oleh World Health Organization (WHO) pada tahun 2014. Namun karena cakupan imunisasi polio sempat turun, penyakit polio ditemukan lagi pada tahun 2018 di Papua dan tahun 2022 di Aceh.
Tentu Bunda tidak ingin hal ini terjadi lagi, kan? (Advetorial)









