FORUM MEDAN | Atlet billiar Sumut, Marlando Sihombing yang mendapat tiket berlaga di PON Papua, saat ini turut merasakan dampak kebijakan PPKM di Medan.
Menurutnya, penerapan kebijakan itu membuat proses persiapan dan latihannya di tim billiar Sumut menjadi terganggu. Padahal ia menargetkan untuk tampil maksimal dalam ajang empat tahunan itu.
“Kami sudah buat jadwal training camp (TC) itu di Jakarta. Tapi itu dibatalkan, karena PPKM di beberapa wilayah, termasuk Medan dan Jakarta bang,” katanya saat dihubungi, Jumat (23/7/2021) sore.
Sambungnya, jadwal-jadwal try out juga batal terlaksana. Selain itu, jam latihan masing-masing atlet menjadi berkurang karena jadwal latihan harus disesuaikan dengan jadwal PPKM.
Pria yang karib disapa Lando itu menerangkan, sarana dan prasarana latihan atlet billiar di Medan masih agak kurang. Hal ini juga mempengaruhi estimasi waktu latihan tiap atlet.
“Latihan di Medan sarana kurang. Satu meja kita bagi untuk tiga atlet. Hanya dapat 2,5 jam setiap atlet. Sudahlah harus berbagi, harus menyesuaikan jadwal sama PPKM juga,” ucapnya.
Padahal, biasanya tiap atlet itu harus latihan minimal empat jam. Lando juga tidak menampik, proses latihan ini merupakan instruksi KONI Sumut yang meneruskan kebijakan pemerintah daerah terkait penanggulangan persebaran Covid-19.
Ia pun berharap, keadaan kembali normal dan tetap diberi kesehatan di tengah masa pandemi ini. Sebab latihan ssbagai langkah untuk tampil lebih maksimal sangat diharapkan bagi setiap atlet.
“Sekali lagi saya dan semua atlet Sumut berharap PPKM Darurat yang sudah diterapkan sampai tanggal 25 Juli 2021, cepat berakhir,” pungkas Lando mengakhiri. (kesuma)







