FORUM HAMPARAN PERAK | Terkesan mengada-ada, karena mengasuh 2 cucunya yang berstatus yatim dan piatu, Maylani alias Nek May (71) warga Dusun 4, Desa Hamparan Perak, Kec.Hamparan Perak, PKH (Program Keluarga Harapan) miliknya tiba-tiba terhenti, Rabu (18/8/2021).
Menurut Nenek May bantuan PKH buat dirinya tersebut terhenti karena disebut-sebut dirinya menghidupi 2 cucu yatim dan piatu, yaitu Rasimah (16) bersama Angga Alfiansyah (9).
“Terakhir di Bulan Juli kemarin, Nenek dapat Rp 485 ribu. Udah itu nggak pernah dapat lagi. Karena katanya yang berhak mengambil bantuan PKH buat 2 anak adalah orantua perempuan mereka. Bukan saya sebagai neneknya. Apa ini benar,” jelas Nek May dengan mata berkaca-kaca kepada forumkeadilan.
Diketahui kalau Nek May saat ini tak mempunyai apa-apa lagi. Sementara umurnya yang sepuh tak kuat untuk bekerja. Sehingga dirinya sangat membutuhkan bantuan dari negara untuk membiayai uang sekolah kedua cucunya.
“Coba liat Nak. Nenek sudah tak sanggup bekerja lagi. Sementara Rasimah sekarang duduk di SMA dan adik sepupunya Angga masih SD,” ungkap Nek May.
Harapan untuk mencari penghasilan buat makan sehari-hari, Nek May berjualan di samping gubuknya. Hasil dari berjualan mie sop, es serta jajanan anak-anak itulah untuk biaya makan sehari-hari.
“Dari hasil jualan jajanan anak-anak inilah buat makan kami sehari-hari,” ucap Nek May.
Lebih parah lagi selama hidupnya Nek May belum mempunyai rumah. Sehingga Nek May harus menumpang di lahan PT Pertamina dengan membangun sebuah gubuk.
“Gubuk ini kami bangun untuk berteduh sekeluarga. Tapi kalau lahan masih menumpang dengan PT Pertamina,” ucap Nek May.
Upaya konfirmasi kepada pendamping PKH Kemensos Kec.Hamparan Perak Arif belum menuai hasil.(man)








