FORUM MEDAN | Kabar duka kembali menyelimuti insan pers di Sumatera Utara. Salah seorang jurnalis senior Henri Sianturi meninggal dunia pada, Jumat (20/8/2021) pagi.
“Tutup usianya Henri Sianturi, dikarenakan terkena serangan jantung,” kata Arnold Sianturi yang merupakan adik kandung Henri.
Henri merupakan sosok jurnalis yang hingga saat ini tercatat sebagai kontributor salah satu televisi swasta nasional MNC Sumatera Utara. Sosoknya yang selalu bersahaja membuat keluarga dan para sahabatnya merasa sangat kehilangan.
“Dia jurnalis yang menjadi panutan, selalu santun dalam bertutur dan tetap menaruh hormat tanpa memandang umur,” kata Ketua Forkom Wartawan Polda Sumut, Jhon Damanik yang merupakan sahabat dekat Almarhum.
Belakangan, Henri sangat konsisten menyerukan sikap kritis yang konstruktif bagi kalangan pers di Sumut terkait agenda Konferda PWI Sumut.
Lewat tulisan-tulisannya, ia menarasikan pandangannya untuk memahamkan seluruh anggota PWI terkait agenda tersebut dengan tujuan lebih profesional dalam hal menyikapi segala hal.
Apalagi narasinya tetap membangun meskipun menyoroti dua kandidat yang tetap ditempatkannya pada porsi yang sama.
Jurnalis yang tercatat sebagai pemegang Kartu UKW Utama di Dewan Pers ini, juga menjadi sosok yang mengambil peran sebagai organizing commite (OC) pada Konferda PWI Sumut yang rencananya digelar akhir Agustus 2021 ini.
Konferda yang digaungkannya dengan berbagai liputan dengan berbagai narasumber untuk melihat jernih ajang Konferda tersebut.
“Saya ingin konferda ini menjadi ajang pertarungan yang sehat. Makanya kita harus memberi pencerahan dengan menulis dan menyiarkan pandangan dari berbagai pihak terkait Konferda PWI Sumut. Soal siapa yang menang nanti, tentu itu tidak menjadi ranah kita lagi,” ucapnya beberapa waktu lalu.
Namun Henri tidak akan melihat hasil akhir dari upayanya menggaungkan Konferda PWI Sumut 2021 tersebut. Tuhan berkehendak lain dan memanggilnya terlebih dahulu. Selamat jalan bang Henri Sianturi. (kesuma)







