LPPM Unimed Gelar Kegiatan Pendamping Pembelajaran Gerak Dasar Olahraga Tradisional

IMG 20210823 WA0099


FORUM MEDAN | Guna meningkatkan mutu sekaligus pengetahuan mata pelajaran olahraga tradisional pada siswa sekolah dasar, maka ada perlunya sebuah program pengenalan harus dengan benar.

Beranjak hal tersebut, maka tim Lembaga Pengabdian Masyarakat melalui LPPM UNIMED telah melaksanakan kegiatan dengan tema “Pendampingan Model Pembelajaran Gerak Dasar Permainan Olahraga Tradisional Pada Guru SD”.

Dan kegiatan tersebut berlangsung di SD Negeri 060911 Jalan Medan Tenggara VII, Kecematan Medan Denai, Kota Medan, Sumatera Utara pada 18-19 Agustus 2021 kemarin.

Dalam pelaksanaan, Lembaga LPPM Unimed juga mengirim Pandopotan Dalimunte sebagai pendamping guna menyaksikan kegiatan tersebut.

Sedangkan kegiatan diketuai langsung oleh Dr. Abdul Hakim Siregar, S.Si., M.Pd yang beranggotakan Fajar Sidik Siregar, S.Pd., M.Pd., Winara, S.Pd., M.Pd. dan Khairunnisa Br. Batubara S.Pd., M.Hum.

Abdul Hakim mengatakan, sudah saatnya olahraga tradisional dikenalkan kembali pada anak-anak khususnya tingkat sekolah dasar mengingat saat ini dengan berkembang pesatnya handpone yang bisa mengakses apa saja, sudah tentu pula anak-anak tersebut lebih memilih permainan yang instan.

“Dengan begitu kita dari LPPM Unimed terus menggalakkan olahraga tradisional ke tengah-tengah generasi muda daerah ini lewat pengenalan model pendamping pelajaran gerak dasar, sehingga anak-anak itu tau dan msngerti bagaimana cara permainan olahraga tradisional,” katanya pada wartawan di Medan, Senin (23/8/2021).

Kegiatan dibuka oleh kepala sekolah SD Negeri 060911, yakni Nurhaida, S.Pd. Dan kegiatan itu diikuti sebanyak 12 orang guru SD dari berbagai bidang studi dan 25 siswa SD yang mewakili kelas 4, 5 dan 6.

Nurhaida SPd mengatakan, sangat senang dengan adanya kegiatan pengenalan permainan tradisional dalam olahraga khususnya untuk anak sekolah tingkat dasar.

Untuk itulah, pihaknya berencana akan membeli alat-alat olahraga tradisional seperti, Engrang, Terompah Pangjang dan lain-lain. Namun, secara penggunaan guru-guru belum begitu paham dalam penggunaannya.

Makanya dengan adanya kegiatan ini, kepala sekolah mengharapkan guru-guru paham penggunaan alat tradisional untuk olahraga terutama dalam pembelajaran olahraga tersebut.

“Sebab pendidikan formal dasar dengan tegas mempersiapkan setiap peserta didiknya agar dapat menempuh atau mengikuti jenjang pendidikan formal yang lebih tinggi,” katanya.

Dikatakan, selama pandemi Covid-19 pelajaran tidak dapat dilaksanan di sekolah secara langsung dan mengharuskan guru mengajar dengan daring. Makanya pada pelaksanaan kemarin pihak sekolah dan LPPM Unimed tetap menjalankan prokes dengan ketat yang gunanya untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus Covid 19 di tengah-tengah para guru, siswa dan undangan lainnya.

Dan untuk lebih menjadikan kegiatan lebih punya nilai jual, maka pihak panitia juga mengundang narasumber, yakni Bapak Dr. Suryadi Damanik, M.Kes.

Pada kesempatan itu, narasumber sempat menanyakan kepada siswa mengenai permainan apa yang diketahui. Ternyata sangat miris hati dengan jawaban siswa SD tersebut.

“Sebab mereka lebih mengenal permainan modern seperti, mobile langends, Pubg Mobile, dan permainan modern yang mudah siakses melalui celuler dan bebas di download melalui playstore,” Suryadi serius.

Ternyata setelah dilakukan dengan pelatihan dan penjelasan dengan alat langsung, para siswa sangat termotivasi, dengan adanya permainan tradisional yang menarik dan mudah dibuat bahkan ingin memainkan langsung alat tersebut.

Diakhir kegiatan PKM, tim menyerahkan alat olahraga tradisional kepada SD Negeri 060911 yang diwakilkan ibu Kepala Sekolah. Terdiri dari alat Enggrang, Terompah Panjang, Tali Tempurung, dan Pecah Piring.

Makanya di akhir penutup Nurhaida mengharapkan agar guru-guru mulai mengenalkan permainan tradisional kepada siswa meskipun pembelajaran masih dalam pembelajaran daring agar alat trasional tetap berkembang di kemajuan IPTEK, dan tetap diwariskan untuk anak-anak di masa depan. (kesuma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *