PT LIB Minta Kekurangan Stadion Teladan Harus Segera Diatasi

IMG 20210910 WA0188


FORUM MEDAN | Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan PSMS Julius Raja dan Local General Coordinator (LGC) Pesta Lumban Gaol memeriksa kondisi terkini Stadion Teladan Medan, Kamis kemarin.

“Kami selaku Panpel datang kemari untuk mengecek persiapan awal sebelum tim verifikasi dari PSSI dan PT LIB selaku operator liga datang ke Medan. PSMS sudah menerima surat dari mereka menanyakan kesiapan sebagai tuan rumah. Tentu kami sampaikan kami siap jika ditunjuk menjadi tuan rumah Liga 2 nantinya,” kata King di Medan, Jumat (10/9/2021).

Menurutnya, sisa waktu dua pekan sebelum kickoff Liga 2 akan dimaksimalkan untuk membenahi kondisi stadion, terutama rumput.

“Misalnya diratakan sedikit atau digiling dan ditanami rumputnya. Serta ada juga beberapa yang harus diperbaiki di sektor Timur, supaya bisa dipergunakan nantinya. Selain itu juga kita berencana mengganti jaring gawang dengan yang baru karena kondisinya sudah tidak begitu layak untuk pertandingan besar,” terangnya.

Ditanya tentang kesiapan sejumlah ruang seperti kamar ganti pemain dan toilet serta ruang lainnya, King menilai tidak ada masalah.

Panpel rencananya akan melapor ke Walikota Medan dan Gubernur Sumut agar pengerjaannya bisa dilakukan dengan cepat.

“Kalau mereka sudah turun dan ikut meninjau langsung, dalam dua hari pun selesai barang ini,” sebutnya.

Dalam kesempatan itu juga King menyoroti permasalahan penerangan. Untuk itu pihaknya akan mengecek kesiapan lampu stadion pada malam hari.

“Malam hari kita juga akan kemari untuk mengecek pencahayaan, karena pencahayaan harus terfokus ke lapangan. Nantinya juga tim verifikasi bakal mengecek mengenai cahaya apakah layak atau tidak untuk melakukan laga pada malam hari,” ungkapnya.

“Yang terpenting adalah bagaimana penanganan Covid. Karena itu kita harus melakukan kerjasama dengan gugus tugas dan petugas Dinkes Kota Medan dan Provinsi Sumut. Kita tidak mau Stadion teladan menjadi cluster baru penyebaran Covid,” sambungnya.

King menegaskan sesuai arahan PT LIB dan PSSI bahwa di setiap laga hanya membolehkan 299 orang di dalam stadion.

“Baik itu kedua tim, ofisial media, perangkat pertandingan termasuk anak gawang. Jadi seperti biasanya setiap bola keluar disemprot terlebih dahulu agar semua tetap steril dan mencegah penularan virus,” pungkasnya mengakhiri. (kesuma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *