FORUM SIBOLANGIT | Udara dingin pegunungan Sibolangit seolah tak mampu meredam bara semangat para kader dakwah Melayu Sumatera Utara. Selama tiga hari dua malam, Komunitas Da’i Melayu (KOMDAM) Sumut menggelar Pelatihan Da’i Melayu Sumut Batch III sekaligus Camp Dakwah Jilid II, sebuah agenda tahunan yang bukan sekadar pelatihan, melainkan perjalanan spiritual yang menguatkan jati diri keislaman dan kemelayuan.
Puluhan kader dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Utara berkumpul dalam satu niat: memperdalam ilmu, menajamkan dakwah, dan menautkan kembali nilai-nilai Melayu yang berakar kuat pada Islam. Acara dibuka pada Jumat sore dengan suasana haru dan khidmat.
Kebanggaan kian terasa ketika Tuanku Sultan Serdang IX berkenan membuka kegiatan secara langsung. Hadir pula jajaran PB MABMI Indonesia, di antaranya Ayahanda Prof. Dr. H. OK. Saidin, Tumenggung Kesultanan Serdang, serta utusan dari Kesultanan Siak Indragiri—menandai kuatnya simpul adat dan dakwah lintas wilayah Melayu.

Ketua Komunitas Da’i Melayu Sumut, Ustadz Bukhari Al Hafidz, menyebut pelatihan yang digelar sejak 26 hingga 28 Desember 2025 ini memiliki “aura spiritual yang berbeda.” Pembukaan oleh Sultan, pemaparan materi kemelayuan oleh Datok Profesor dari PB MABMI, hingga puncak kegiatan yang sarat makna—semuanya menyatu dalam satu harmoni ruhani.
Malam puncak menjadi penanda yang tak terlupakan. Di tengah api unggun yang berkobar, menghangatkan tubuh di dinginnya Sibolangit, ratusan peserta larut dalam pembacaan Maulid Nabi (Mahallul Qiyam). Lebih dari 150 orang berdiri bersorak penuh cinta, menyanjung Baginda Nabi Muhammad SAW dengan shalawat yang menggema. Malam itu dikenal sebagai Lailatul Marhamah—malam penuh kasih dan keberkahan—yang menautkan hati, menguatkan iman, dan meneguhkan panggilan dakwah.
“Selama tiga batch pelatihan Da’i Melayu Sumut, kami telah memiliki pengurus daerah di 12 kabupaten/kota dengan lebih dari 200 pengurus,” ungkap Ustadz Bukhari, yang akrab disapa Ustadz Gondrong Kota Medan.

Ia menegaskan komitmen komunitasnya untuk terus menghadirkan kegiatan berkualitas setiap tahun, dengan narasumber profesional, agar lahir pendakwah yang siap menghadapi tantangan zaman—teguh pada akidah, luwes dalam dakwah, dan berakar pada nilai-nilai Melayu.
Di Sibolangit, dakwah bukan hanya dipelajari, tetapi dihidupi. Di antara dingin malam, nyala api unggun, dan lantunan shalawat, para da’i muda Melayu pulang membawa bekal iman, ilmu, dan semangat—siap menyalakan cahaya dakwah di tanah Sumatera Utara dan sekitarnya. (red)







