FORUM MEDAN | Kasus dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional tidak boleh menjadi alasan menghentikan Program Makan Bergizi Gratis. Itu pesan utama yang disampaikan aktivis 98, Herianto ,SE menanggapi penetapan tiga tersangka eks pejabat BGN oleh Kejaksaan Agung pada 3 Juni 2026.
Sebelumnya Kejaksaan Agung RI resmi menetapkan mantan pejabat pelaksana Program Makan Bergizi Gratis sebagai tersangka dugaan korupsi . Aparat penegak hukum diminta mengawal program program nasional itu hingga ke tingkat dapur sekolah.
Penetapan tersangka diumumkan Kapuspenkum Kejagung , Anang Supriatna. Rabu 3/6/2026. Tersangka diduga menyalahgunakan anggaran MBG tahun anggaran 2024 – 2025.
” Penyidik telah mengantongi bukti permulaan yang cukup,” kata Anang dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (3/6/2026)
Herianto , SE mendesak aparat aktif mengawasi pelaksanaan MBG. “Jangan sampai program bagus ini mati karena ulah oknum . MBG harus dikawal sampai ke dapur sekolah , bukan cuma di meja rapat.” ujar Herianto SE di Medan, Rabu (3/6 /2026).
“Hukum malingnya, jangan bakar dapurnya. Proses hukum wajib jalan tanpa pandang bulu. Tapi MBG adalah amanah konstitusi untuk mencerdaskan anak bangsa . Ini harus dikawal dan berlanjut dengan kualitas yang baik ke depannya . Anak yang lapar tidak bisa menunggu sidang selesa,” tegas Herianto SE, pentolan Aktivis 98 ini.
“Anak nggak ngerti politik , yang dia ngerti cuma lapar dan kenyang . Jangan jadikan MBG alat politik . Yang salah oknumnya , bukan programnya,” katanya.
Ia menambahkan , kasus ini justru harus jadi momentum penguatan pengawasan publik . “Kami ajak ibu – ibu , guru , relawan dan warga sekitar SPPG jadi mata dan telinga MBG. Potret menu , cek porsi , tanya ke anak kenyang apa tidak . Kalau ada penyimpangan laporkan langsung ke aparat,” ujarnya .
MBG Sudah Beri Dampak Nyata Ke Rakyat Kecil
Meski ada persoalan tata kelola , realisasi MBG sejak 6 Januari 2025 , sudah dirasakan langsung keluarga prasejahtera . Program dengan anggaran Rp 85, 27 Trilyun tahun 2025 dan 268 Trilyun tahun 2026 ini menjangkau lebih dari 115 juta anak di 38 propinsi, terutama daerah 3T dan kantong kemiskinan perkotaan.
“Guru SD – SMP di daerah 3T dan kantong miskin kota bilang anak jadi lebih fokus. Sebelumnya banyak yang pusing /ngantuk jam 2 karena sarapan cuma nasi + garam . Sekarang ada lauk, sayur, buah. Seperti ungkapan WHO gizi cukup sama dengan daya serap pelajaran naik,” ungkapnya.
“Beban ibu – ibu di rumah berkurang Rp 10 rb perhari kali 2 orang anak = Rp 20 rb . Buat keluarga prasejahtera itu uang beras 1 hari. Banyak emak – emak bilang ” uang jajan anak bisa diputer buat beli gas / lauk malam. “MBG jadi bantalan ekonomi rumah tangga,” sambungnya.
Herianto juga menyoroti dampak ekonomi MBG ke rakyat kecil.
“MBG itu bukan cuma kasih makan anak . Dapur SPPG nyerap telur dari peternak, sayur dari petani, ikan dari nelayan. UMKM dan ekonomi desa jadi bergerak. Jadi kalau ada yang bilang MBG boros, lihat dulu dapur – dapur di kampung yang sekarang hidup karena MBG,” pungkasnya.
Hukum Oknum, Program Jalan Terus
Kejaksaan Agung pada 3 Juni 2026 menetapkan mantan kepala BGN Dadan Hindayana, Sonny Sanjaya dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan motor listrik, sepatu, tablet dan TV. Konferensi pers nya disiarkan langsung streaming lewat kanal resmi Kejaksaan RI sebagai bentuk transparansi.
Presiden Prabowo Subianto sudah memberhentikan Dadan Hindayana sehari sebelumnya, 2 Juni 2026. Menteri keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan evaluasi dan penghentian pembelian motor listrik tambahan 2026.
“Dulu kami kawal demokrasi di jalanan , sekarang kami kawal MBG dari dapur sampai ke piring anak di sekolah . 98 lawan korupsi , 2026 kawal MBG,” tegasnya.
Secara ilmiah dasar program ini kuat . WHO mencatat defisit 300 – 400 KKal perhari pada anak usia 6 – 12 tahun bisa turunkan IQ 5 – 10 poin. Kemenkes 2023 mencatat stunting nasional masih 21,5 persen . Bank Dunia 2019 menghitung tiap Rp 1 investasi gizi anak balik Rp 16 untuk ekonomi negara.
Asas praduga tak bersalah berlaku sampai putusan berkekuatan hukum tetap. Transparansi dan evaluasi harus jalan, tapi anak di pelosok tidak boleh jadi korban terhentinya gizi.
“Kawal MBG , laporkan penyimpangan , dukung juru masak , guru , dan relawan yang tiap hari siapkan makanan bergizi untuk Indonesia,” tutupnya. (re)








