FORUM MEDAN | Insan pencak silat Sumatera Utara (Sumut) mengaku kecewa dengan raihan medali di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua tahun 2021.
Untuk itulah, mereka meminta agar Ketua Umum Pengprov IPSI Sumut, Hj Dahliana segera mundur dari jabatannya.
Pada PON 2016, atlet pencak silat Sumatera Utara meraih lima medali perunggu. Sementara diajang PON Papua, perolehan medali merosot dengan meraih tiga perunggu
Hasil PON Papua merupakan gambaran kegagalan pembinaan yang dilakukan Pengprov IPSI Sumut dibawah kepemimpinan Hj Dahliana. Dab Dahliana disebutkan harus bertanggungjawab mengenai kegagalan tersebut.
“Hasil di PON 2021 kemarin sangat mengecewakan bagi insan silat Sumatera Utara. Dahliana harus sadar diri dan bertanggungjawab. Dia harus mundur kalau memang masih mencintai pencak silat,”kata Ahmad Arif saat dminta tanggapan nya seputar hasil yang dicapai pesilat Sumut di PON Papua 2021, Minggu (24/10/2021).
Selama kepemimpinan Dahliana tambah mantan anggota DPRD Kota Medan ini, prestasi pencak silat daerah ini telah mengalami kemunduran.
Beliau sudah tiga periode sebagai pengurus IPSI Sumut, tapi hasilnya malah mundur. Di PON 2012 lalu pesilat Sumut meraih satu emas, tapi kali ini hanya tiga perunggu
Kondisi ini tidak bisa dibiarkan. Sekali lagi Dahliana disebutkan harus bertanggungjawab.
Dahliana yang merupakan Sekdisporasu harus mundur dengan legowo. Hal ini dilakukan agar pencak silat Sumut bisa bangkit kembali.
“Kalau tetap dengan pengurus saat ini, saya pesimis silat Sumut bisa bangkit kembali. Apalagi Sumut tuan rumah PON tahun 2024,” ucap Arif serius.
Menurut Arif, masih banyak orang yang ikhlas dan berpotensi dan profesional untuk mengurus IPSI Sumut. Apalgi IPSI Sumut bukanlah milik Dahliana semata.
“Pencak silat itu bukan milik Dahliana semata, sebab masih banyak warga silat daerah ini yang bisa mengurus cabor budaya bangsa ini dari Dahliana,” pungkas Arif mengakhiri. (kesuma)







