DAERAH  

Tiga Organ Al Washliyah Berbagi Kasih, Menyapa Guru dengan Ketulusan

FB IMG 1787817002165

FORUM MEDAN — Ada sesuatu yang berbeda di lingkungan Universitas Al Washliyah (Univa) Medan, Kamis (27/8/2026). Bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah perjumpaan yang membawa pesan sederhana: bahwa hubungan guru dan murid tidak berhenti ketika seseorang menamatkan pendidikan.

Pesan itu terasa ketika tiga organisasi bagian Al Washliyah, yakni Ikatan Sarjana Al Washliyah (ISARAH), Ikatan Guru dan Dosen Al Washliyah (IGDA), serta Ikatan Pelajar Al Washliyah (IPA) Sumatera Utara, berbagi kasih kepada para guru dan pekerja di lingkungan Univa Medan.

Kegiatan tersebut dihadiri Rektor Univa Medan Prof. Dr. H. Syaiful Akhyar Lubis, MA, Kepala Biro Univa Dedi Suhairi SPd SH, dan para kepala sekolah di jajaran Univa Medan.

FB IMG 1787817020194

Pemberian tali kasih secara simbolis dilakukan oleh Rektor Univa Medan Prof. Syaiful Akhyar, Kepala Biro Dedi Suahiri SPd SH, Ketua ISARAH Sumut Abdul Thaib Siahaan, ST, M.I.Kom, Ketua IGDA Sumut Drs. Ahmad Yani, M.Pd, serta Ketua IPA Sumut Ahmad Irham Tajhi.

Bagi Prof. Syaiful, kegiatan tersebut bukan semata tentang apa yang diberikan. Lebih jauh, ada kepedulian dan penghormatan yang ingin terus dirawat oleh tiga organ bagian Al Washliyah kepada para guru dan pekerja yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan.

FB IMG 1787816994828

Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menggagas dan mendukung kegiatan berbagi kasih tersebut. Prof. Syaiful berharap tali asih semacam ini tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi dapat terus dilanjutkan pada masa mendatang.

Tak Pernah Berhenti Menjadi Murid

Nuansa berbeda terasa dari pesan yang disampaikan Ketua ISARAH Sumut Abdul Thaib Siahaan.

Menurutnya, kegiatan berbagi kasih tersebut lahir dari panggilan jiwa tiga organ bagian Al Washliyah untuk memberikan perhatian kepada para guru.

Namun, di balik pemberian itu, terdapat pesan yang lebih dalam: penghormatan seorang murid kepada gurunya.

“Kami ini murid-murid bapak/ibu semua. Bimbing kami dan nasihati kami,” kata Abdul.

FB IMG 1787817011096

Kalimat itu seolah mengingatkan bahwa perjalanan seseorang tidak pernah benar-benar terlepas dari orang-orang yang pernah mendidiknya. Gelar, jabatan, maupun kesibukan organisasi tidak menghapus posisi guru sebagai sosok yang pernah memberikan arah dan ilmu.

“Melalui kegiatan ini, semoga hubungan antara guru-guru dengan kami terus berlanjut dan harmonis. Kami ini merasa masih tetap murid ibu dan bapak,” ujarnya.

Bagi Abdul, tali kasih yang diberikan hari itu bukan sekadar bantuan. Ia merupakan simbol ikatan batin antara generasi yang pernah dididik dengan mereka yang telah mengabdikan diri di dunia pendidikan.

FB IMG 1787816944866

Di sisi lain, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan tiga organ bagian Al Washliyah di Sumatera Utara.

Abdul Thaib Siahaan optimistis kekompakan ISARAH, IGDA dan IPA akan terus dibina serta diselaraskan. Menurutnya, kebersamaan tersebut dapat menjadi modal penting untuk menghadirkan lebih banyak kegiatan yang memberikan manfaat bagi warga Al Washliyah dan masyarakat.

Dengan demikian, berbagi kasih di Univa Medan bukan hanya tentang sebuah bingkisan atau tali asih, tetapi tentang ingatan.

FB IMG 1787816936052

Tentang guru yang pernah membimbing. Tentang murid yang tak ingin melupakan jasa gurunya. Dan tentang bagaimana sebuah organisasi menjaga hubungan antargenerasi agar tetap hidup—bukan hanya dalam struktur, tetapi juga dalam hati.

Di tengah kesibukan organisasi dan dinamika kehidupan, tiga organ bagian Al Washliyah itu memilih berhenti sejenak, menoleh kepada mereka yang pernah dan masih menjadi bagian penting dari perjalanan pendidikan. Sebab pada akhirnya, sebanyak apa pun ilmu dan pengalaman yang dimiliki seseorang, ada satu identitas yang tetap melekat: pernah menjadi murid dari seorang guru. (re)