Jas Kuning Beri Kartu Kuning Kapolri Terkait Kitab Kuning

Rizal Gagak

FORUM MEDAN | Ketua Presidium Jangan Sekali-kali Kufur Nikmat dan Ingkar (JAS KUNING), Safrizal Elbatubara, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (29/5/2021), mengapresiasi readyviewed rencana Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo yang mewajibkan personel Polri untuk belajar kitab kuning. Rencana itu diutarakan Komjen Listyo Sigit Prabowo pada saat pencalonannya sebagai Kapolri.

Seiring berjalannya waktu, sudah lebih seratus hari Kapolri bekerja, program personil Polri belajar kitab kuning itu sampai saat ini belum terdengar apakah sudah terlaksana atau belum, baik di Mabes Polri sendiri, Polda-polda, Polres maupun di Polsek.

“Program yang dianggap bisa menangani persoalan berkaitan dengan keagamaan Islam dengan baik bila sudah belajar kitab kuning ini, sampai sekarang tidak pernah terdengar apakah sudah terlaksana atau belum,” tutur Rizal.

Maka, lanjut Ketua Umum PC IKA PMII Kota Medan, lantaran sudah kelamaan, JAS KUNING memberi Kartu Kuning Kapolri terkait Kitab Kuning sebagai masukan tegas kepada beliau agar program ini segera dilaksanakan secara komprehensip integral.

Lebih jauh, Wakil Sekretaris PCNU Kota Medan ini mengajak Kapolri agar mewajibkan juga seluruh anggota Polri yang muslim masuk tarekat Naqsyabandiyah kaji tua. “Saya berani menyampaikan saran ini karena saya ada di dalam tarekat Naqsyabandiyah kaji tua itu. Insya Alloh jika personil Polri ikhlas bertarekat. Ini bukan hanya untuk diri pribadinya, melainkan untuk kejayaan nusantara,” pungkas Rizal.

Dan boleh jadi, sambung Rizal, akibat awamnya ke-Islaman mayoritas personil Polri tanpa pernah ngaji kitab kuning atau bertarekat, acapkali terjadi pihak polri tertentu malah mengundang ulama kontroversi dan gemar memecah belah ummat berceramah di markas seperti yang viral diberitakan saat ini. “Ini kan percontohan yang -minjam istilah Arab- bakhlul di situasi Arab spring belakangan ini,” tandas Ketua Ikatan Alumni Pondok Pesantren Modern Alkautsar (IKAPPMA) kota Medan.

Di akhir keterangan tertulisnya, Koordinator Nasional Relawan Bertuhan mengingatkan bahwa dalam proses fit and proper test calon Kapolri, Listyo Sigit Prabowo di hadapan DPR RI saat itu berencana mewajibkan anggota Polri belajar kitab kuning guna mencegah terorisme. “Dan ini sangat menyejukkan hati sebagian besar ummat Islam. Janganlah kecewakan ummat Islam Indonesia,” harap Rizal.

Sebelumnya calon Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat fit and proper test di DPR RI sempat melontarkan ide personil Polri belajar kitab kuning. Ide tersebut ia dapat dari ulama-ulama yang ditemui saat bertugas sebagai Kapolda Banten.

“Ulama-ulama yang kami datangi mencegah terorisme dengan belajar kitab kuning. Tentunya baik di eksternal maupun internal saya yakini apa yang disampaikan kawan-kawan ulama benar adanya. Maka akan kami lanjutkan,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *