Isolasi itu Sakit Kawan! Patuhilah Prokes Sebelum Menyesal

Isolasi

Bambang sumringah. Wajahnya ceria. Canda tawa kembali menghias dari bibirnya. Lelaki 45 tahun ini, tak menyangka bisa kembali sehat seperti sedia kala. Ia sembuh setelah tiga pekan melawan maut akibat terpapar wabah corona. “Alhamdulillah, saya kembali sehat,” tuturnya.

Awalnya Bambang tidak tahu kalau dirinya sudah terpapar virus corona. Ia hanya merasakan demam tinggi disertai batuk kering dan nyeri di tenggorokan. Perut mual juga pusing kepala. “Minum obat warung, tak kunjung sembuh. Sakitnya malah semakin menjadi-jadi. Badan terasa lemah tak berdaya, meriang, dan dada perlahan sesak hingga sulit bernafas,” kenangnya.

Karena sudah tidak tahan lagi, Bambang didampingi istrinya, pergi berobat ke Klinik Siti Rahma kawasan Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Tim medis kemudian merujuknya ke RSUD Deli Serdang, untuk mendapat perawatan intensif, sekaligus menjalani pemeriksaan tes covid-19. “Hasil tes swab positif. Rasanya kayak disambar petir di siang bolong ketika sejumlah perawat berpakaian APD langsung membawa saya ke ruang isolasi, tanpa dibolehkan ditemani istri. Sungguh saat itu tidak karu-karuan,” ucapnya.

Dalam keadaan gundah, Bambang mengaku pasrah. Warga Jalan Tirta Deli Dusun II Tanjung Morawa itu, sepenuhnya menyerahkan hidupnya pada Sang Maha Kuasa. “Saya pasrah dan hanya bisa berdoa di ruang isolasi. Tidak tahu untuk berbuat apa lagi,” ujar ayah tiga anak ini.

Selama masa perawatan, Bambang mendapat dukungan dan pelayanan medis yang sangat baik. Ditambah motivasi keluarga yang terus menguatkan dirinya agar tetap tegar. Dia disiplin menjalankan rekomendasi dokter. Melahap segala macam makanan yang disediakan hingga vitamin. “Perlahan-lahan saya membaik. Isolasi itu sakit kawan, patuhilah prokes sebelum menyesal,” tuturnya.

Hampir dua pekan lebih di ruang isolasi, Bambang kembali menjalani tes swab. Hasilnya negatif. Meski begitu, tim medis tidak serta mengizinkannya pulang ke rumah. Pihak medis melakukan pemeriksaan rontgen toraks. Lagi-lagi hasilnya bersih. Setelah itu, Bambang dinyatakan sembuh dan diizinkan pulang. “Jaga stamina, jangan lupa makan bergizi, minum, dan istirahat cukup. Tetap olahraga dan sering berjemur matahari pagi serta jaga kebersihan. Percaya, kita sehat dan yakin mampu melawan virus ini,” katanya.

Selama Bambang menjalani perawatan di rumah sakit, istri dan anak-anaknya juga menjalani isolasi mandiri di rumah. Mereka 14 hari tidak pergi kemana-mana. Untuk kebutuhan makan sehari-hari, sang istri memang sudah mempersiapkannya sejak Bambang diisolasi di rumah sakit. “Atas anjuran dokter petugas covid, istri dan anak isolasi mandiri di rumah karena bisa saja orang tanpa gejala. Mereka semua negatif setelah diperiksa,” paparnya.

Pengalaman isolasi mandiri juga diutarakan Rizal. Ia bersama anak istrinya menjalani isolasi mandiri di rumah mereka di kawasan Jalan Letda Sujono Medan. Mereka khawatir terpapar karena sebelumnya sempat menjenguk familinya yang sakit dan belakangan diketahui positif corona.

Sesuai imbauan pemerintah, semua yang kontak dengan pasien corona dalam dua minggu terakhir harus menjalani pemeriksaan rapid test. Jika positif, langsung dirawat dan diisolasi. Jika negatif, wajib menjalani isolasi mandiri 14 hari. “Semua anggota keluarga menjalani tes cepat covid. Hasilnya, semua negatif. Maka kami melakukan isolasi mandiri di rumah,” ungkapnya.

Baik Bambang dan Rizal mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi standar protokol kesehatan dengan mematuhi 5M yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan, mengurangi mobilitas di luar rumah dan menghindari kerumunan agar terhindari dari covid seperti yang dirinya alami.

Wabah corona memang sudah sangat mengkhawatirkan di Kota Medan. Bayangkan, puluhan orang di dua lingkungan dilaporkan sudah terpapar. Pemerintah Kota Medan pun terpaksa melakukan isolasi selama 7 hari terhadap dua lingkungan tersebut. “Warga yang terpapar dan melakukan isolasi mandiri di lingkungan yang diisolasi nantinya Pemko Medan akan memenuhi nutrisinya dengan memberikan makanan yang siap dikonsumsi dan suplemen maupun vitamin,” ujar Sekretaris Daerah Kota Medan, Wirya Al Rahman, Jumat (28/5/2021).

“Selain itu, mereka juga akan dipantau perkembangan kesehatannya setiap hari,” tambahnya.

Daerah yang diisolasi adalah Lingkungan VII, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor. Selain itu, Lingkungan X, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang.

Isolasi ini dilakukan karena 14 jiwa dari 6 rumah di Lingkungan VII, Johor, positif corona. Untuk Lingkungan X, Medan Selayang, ada 14 orang dari 8 rumah yang positif corona. “Lingkungan yang akan diisolasi ini kita akan pantau dengan benar, sehingga nantinya tidak akan menyebarkan virus COVID-19 ke tempat lain,” jelas Wirya.

Wirya menambahkan untuk proses isolasi ini akan dipantau melalui Camat daerah setempat. Lokasi yang diisolasi juga akan dijaga oleh petugas kepolisian dan TNI. “OPD terkait baik itu Satpol PP, Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan dibantu TNI-Polri nantinya juga akan menurunkan petugas dalam isolasi lingkungan,” paparnya.

Wiriya mengatakan, isolasi lingkungan juga akan dilakukan di sejumlah kecamatan lain apabila terdapat lonjakan kasus virus corona yang tinggi tinggi. “Artinya jika di lingkungan terdapat 5 rumah yang terpapar virus COVID-19 maka dikategorikan masuk ke dalam zona merah dan diwajibkan pemberlakuan isolasi lingkungan,” tutup Wiriya.

Pemko Medan selama ini tidak pernah berhenti menghimbau warga agar mematuhi protokol kesehatan. Bahkan, setiap hari dilakukan Patroli Protokol Kesehatan (Prokes) dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro.

Patroli Prokes digelar dengan melibatkan Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Medan, bersama dengan aparat TNI dan Polri. Tujuannya adalah untuk memastikan masyarakat mematuhi Prokes dan mencegah penyebaran Covid-19 di Medan.

Tim gabungan dibagi dalam beberapa kelompok. Masing-masing kelompok melakukan patroli di beberapa kecamatan. Dengan demikian, patroli tersebut menjangkau seluruh kecamatan di Medan. Dalam patroli ini, tim gabungan memastikan agar warga mematuhi protokol kesehatan. Selain di jalan, tim gabungan juga memasuki tempat-tempat yang rentan menimbulkan kerumuman. Salah satunya adalah pasar.

Beberapa pasar yang dimasuki tim gabungan adalah Pajak Ikan Lama dan Pasar Hindu Medan. Di dua pasar ini, tim gabungan menemukan, sebagian besar pedagang maupun pembeli telah memakai masker. Hanya saja ada beberapa kali tim mengingatkan agar para pembeli dan pedagang tetap menjaga jarak dan menghindari kerumunan.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *