FORUM JAKARTA | Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memerintah kepada seluruh anggota DPR RI Fraksi PDIP se-Indonesia untuk turun ke tengah masyarakat.
Perintah itu disampaikan Megawati dalam Rapat Koordinasi Fraksi PDI Perjuangan Masa Bakti 2019-2024 di Gedung Sekolah Partai, Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (8/7/2022).
“Tak ada jalan selain turun ke bawah. Selalu temui dan bekerja bersama pengurus partai dari DPD, DPC, PAC, sampai ranting. Rakyat itu yang die hard. PDI Perjuangan tinggal membuka diri dan mau turun bersama rakyat di bawah,” kata Megawati.
Rapat itu sendiri menindaklanjuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II 2021 pada bulan Juni 2022. Sebanyak 128 anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, termasuk Ketua DPR RI Puan Maharani dan Ketua Fraksi Utut Adianto, mengikuti rapat tersebut.
Hadir pula Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto. Tak ketinggalan, seluruh jajaran DPP PDIP juga turut hadir pada acara sejak pagi hingga sore hari itu.
Dalam pembukaan acara itu, peserta rakor melakukan doa bersama untuk almarhum Tjahjo Kumolo, Sekjen DPP PDI Perjuangan 2010—2014 dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Doa dipimpin Anggota Fraksi yang juga Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah.
“Saya katakan ini karena ingin membangkitkan spirit anggota fraksi. Jangan selalu merasa berada di zona nyaman,” ujar Megawati.
Presiden kelima RI ini pun mengingatkan bahwa proses Pemilu 2024 sudah mulai, yakni dari pendaftaran serta verifikasi partai politik.
Mega juga meminta anggota fraksi ikut mendukung kerja struktur partai demi membereskan semua hal yang disyaratkan aturan perundang-undangan.
“Saya ingatkan kembali, turun ke bawah itu yang paling penting, bukan politik elite. Kalau selalu turun ke bawah, pasti menang. Pahami bahwa anggota FPDI Perjuangan adalah orang partai sehingga seharusnya memiliki api perjuangan nan kunjung padam,” tegas Megawati.
Sementara itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa hasil survei menunjukkan peran anggota DPR makin penting, yakni dalam konteks opini masyarakat hingga kemampuan penetrasi dan mengorganisasi rakyat.
“Kami akan bahas bagaimana anggota fraksi bergerak cepat sehingga seluruh rekomendasi rakernas jadi panduan bagi seluruh gerak kepartaian,” tukas Hasto. (zas/int)







