FORUM MEDAN | Pengangkatan kepala lingkungan 2, Kelurahan Tanah 600, Kecamatan Medan Marelan MR disoal warga. Oknum Kepling 2 tersebut diduga terpilih karena memanipulasi data dan menyetor sejumlah uang kepada pihak Kelurahan Tanah 600, Jumat (20/1/2023).
Informasi untuk memuluskan keinginannya, Kepling 2 MR diduga kongkalikong dengan oknum Kelurahan Tanah 600 serta oknum pegawai Kecamatan Medan Marelan dengan cara menggelembungkan presentase dukungan suara warga untuknya.
Diketahui bocoran percakapan menyebut nama lurah, seklur serta pegawai kelurahan di Kelurahan Tanah 600 yang viral di media sosial mengatakan dukungan warga terhadap MR hanya berkisar 13 persen saja namun entah mengapa saat di Kecamatan Medan Marelan MR bisa terpilih menjadi Kepling 2.
Anehnya lagi, menurut calon Kepling Inbumben Masdi Purnomo, malahan MR telah gugur saat verifikasi di kantor Kelurahan Tanah 600, namun namanya bisa muncul kembali di kantor Kecamatan Medan Marelan dan terpilih menjadi Kepling 2.
Disebut-sebut oknum Kepling 2 MR melakukan upaya lobi-lobi tingkat atas, agar dirinya bisa terpilih menjadi Kepling 2 Kelurahan Tanah 600.
Sementara calon Kepling 2, Kelurahan Tanah 600 Romadona Fitra telah lebih dulu diduga digugurkan oknum Kelurahan Tanah 600 dan pegawai Kecamatan Medan Marelan melalui rekayasa kelengkapan persyaratan menjadi calon Kepling, padahal dirinya telah mendapat dukungan 400 kepala keluarga (KK) warga lebih dan tokoh agama serta masyarakat.

Terpisah, lain lagi saat penyerahan berkas persyaratan calon Kepling 1 di Kelurahan Tanah Enam Ratus incumben Chaidir. Ketika itu Chaidir diminta ijazah SMP dan SMA oleh Seklur ZA yang katanya untuk proses verifikasi
Permintaan Seklur ZA dilaksanakan oleh Kepling 1 Chaidir. Disebut-sebut Selur ZA akan memberikan informasi setelah berkas calon Kepling 2 sampai di Kecamatan Medan Marelan.
Tak mendapat informasi dan dianggap terlalu lama lantas Chaidir mencari tau mengapa dirinya tak juga dipanggil pihak Kecamatan Medan Marelan untuk mengikuti wawancara serta ujian.
Akhirnya diketahui melalui pegawai kelurahan kalau berkas persyaratan pencalonan Kepling 1 Chaidir yang dikirim ke Kecamatan Medan Marelan hanya dilampirkan ijazah SMP saja. Sementara dugaan ijazah SMA dipendam di kantor Kelurahan Tanah Enam Ratus.
Konfirmasi dengan Sekretaris Kelurahan Tanah 600 M Zaini terkait adanya percakapan serta diduga upaya rekayasa manipulasi data verifikasi calon Kepling belum dijawab. (man)







