FORUM ACEH | Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang, meminta PT Nawakara, sebagai pihak penerima tenaga Scurity untuk di PT Pertamina Hulu Rokan Rantau Field, seleksinya harus transfaran.
“Dalam seleksi calon Scurity untuk diperkerjakan di PT Pertamina Hulu Rokan Rantau Field, kami meminta agar PT Nawakara sebagai pihak penerima tenaga Scurity tersebut harus transparan,” kata Ketua DPRK Aceh Tamiang, Suprianto (foto) kepada Forum Keadilan, usai menggelar pertemuan dengan pihak PT Pertamina Hulu Rokan Rantau Field, PT. Nawakara, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Aceh Tamiang, diruang Komisi IV DPRK setempat, Jumat, (9/7/2021).
Pertemuan yang juga dihadiri oleh dua Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, yakni Fadlon dan Muhammad Nur, serta sejumlah anggota Komisi IV DPRK itu, tambah Suprianto, pihaknya juga mengharapkan agar calon Scurity dari putra daerah yang ikut, bisa diberi kesempatan untuk menjadi tenaga Scurity di perusahan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut. Tujuannya, lanjut Suprianto, agar mengurangi angka pengangguran di daerah itu.
“Dari hasil seleksi tahap pertama, calon tenaga Scurity yang lolos berjumlah 187 orang. Dan kami berharap, kesempatan bisa diberikan kepada putra daerah Aceh Tamiang, untuk bisa menjadi tenaga Scurity di PT Pertamina Hulu Rokan Rantau Field, karena perusahaan milik negara itu, berada di Kabupaten Aceh Tamiang, sehingga perusahaan itu ikut berperan mengurangi angka penggangguran di kabupaten ini,” ujar Suprianto.
Selain itu, sambung Suprianto, dalam setiap ada penerimaan tenaga kerja, baik untuk tenaga kerja Scurity maupun tenaga lainnya, pihak PT Pertamina Hulu Rokan Rantau Field, harus melibatkan pihak DPRK Aceh Tamiang, dan Disnaker setempat dalam perekrutannya.
“Setiap perekrutan pada setiap penerimaan tenaga kerja apa pun, pihak PT Pertamina Hulu Rokan Rantau Field harus melibatkan pihak DPRK dan Disnaker Aceh Tamiang, agar seleksi yang dilakukan bisa berjalan transfaran seperti yang diharapkan,” saran Suprianto mengakhiri. (Sutrisno).







