Pemerintah mencanangkan program vaksinasi nasional. Tujuannya untuk menciptakan herd immunity menuju hidup normal. “Muara akhir vaksinasi adalah hidup normal secara nasional,” tutur aktivis perempuan Sumatera Utara, Kamariyah Dalimunthe SPdI.
Alumni IAIN Sumatera Utara itu menghimbau semua lapisan masyarakat untuk segera mengikuti vaksinasi agar terbentuk imun tubuh yang dapat mencegah atau melindungi diri dari virus yang menular dan menjadikan kehidupan normal kembali. “Jangan takut divaksin. Aman dan baik untuk kesehatan. Karena itulah kita berharap seluruh warga mau divaksin,” ucap Kamariyah.
Menurut ibu empat anak ini, vaksinasi penting dan sekarang ini sudah menjadi gaya hidup. “Apalagi kalau sudah memiliki sertifikat vaksin, segala urusan dan aktivitas sehari-hari menjadi mudah,” ujarnya.
Kamariyah berharap kasus Covid-19 terus menurun dan aktivitas bisa normal kembali. “Ingin bisa bebas, sehingga aktivitas warga kembali normal dan perekonomian tumbuh kembali,” tandasnya.
Hal senada disampaikan aktivis muda Sumatera Utara, Ananda Rizky Syahreza SH. Ia juga menghimbau masyarakat untuk dapat mensukseskan vaksinasi yang sudah diprogramkan pemerintah guna percepatan hidup normal. “Jangan mau terkena hasutan yang tidak bertanggungjawab. Vaksin itu baik untuk kesehatan tubuh, baik untuk pribadi, keluarga maupun di masyarakat,” ujarnya.
Menurut alumni Universitas Malikussaleh ini, upaya pencegahan Covid-19 dapat dilakukan mulai diri sendiri. Tentu dengan cara mematuhi protokol kesehatan yakni membiasakan diri mencuci tangan pakai sabun, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilisasi di luar ruangan. “Mematuhi protokol kesehatan dan vaksin adalah kunci mencegah Covid-19,” katanya.
Vaksin Covid-19, sebut Ananda, merupakan salah satu upaya paling efektif untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity. Oleh karenanya, memahami manfaat vaksinasi sangat penting agar seluruh warga tidak lagi memiliki keraguan untuk mendapatkan vaksin.
“Vaksin sudah terbukti efektif untuk mencegah seseorang terinfeksi virus corona. Apabila terinfeksi, maka vaksin bisa membantu meminimalisir penyebaran virusnya. Ketika orang yang telah divaksin masih terpapar, maka vaksin yang telah disuntikkan ke dalam tubuh akan mencegah tubuh mengalami gejala parah akibat virus corona tersebut,” paparnya.
Manfaat vaksin lainnya terbukti bisa membantu membentuk respons antibodi untuk sistem kekebalan tubuh. Bahkan, pada orang yang sudah pernah terinfeksi sekalipun, penelitian menunjukkan bahwa vaksinasi terbukti menyediakan perlindungan bagi orang-orang yang sebelumnya pernah terpapar virus ini.
“Selain melindungi diri sendiri, juga bisa membantu melindungi orang-orang di sekitar kita. Artinya, vaksinasi menjadi cara terbaik mencegah penularan,” tutur Ananda seraya menyebut manfaat vaksin lainnya yakni menciptakan kekebalan kelompok atu herd immunity.
Ternyata tidak semua masyarakat berkesempatan untuk mendapatkan vaksin. Ada yang berkeinginan namun terkendala dengan pekerjaan. Karena itulah, digelar vaksinasi door to door, guna memberi pelayanan langsung kepada masyarakat.
Seperti yang dilakukan Badan Intelijen Negara (BIN). Lembaga ini nyaris setiap hari melakukan vaksinasi door to door atau dari pintu ke pintu. Upaya ini selalu mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Vaksinasi door to door dilakukan BIN di sejumlah kabupaten/kota di Sumut. “Antusias warga sangat tinggi. Target vaksinasi kita sesuai capaian,” tutur Kepala BIN Daerah Sumatera Utara, Brigjen TNI Asep Jauhari Puja Laksana, beberapa waktu lalu.
Asep menjelaskan, konsep vaksinasi massal ‘door to door’ ini mereka lakukan mengingat banyaknya warga yang enggan untuk mendapatkan vaksin karena lokasi vaksinasinya jauh. Dengan konsep ini, personel BIN mendekatkan fasilitas vaksin dan vaksinator ke pemukiman warga.
Ia berharap program yang digagas BIN ini menjadi salah satu pioner dalam pelaksanaan vaksinasi guna mencapai tujuan pemerintah menciptakan herd immunity masyarakat Indonesia. “Kita berharap lewat vaksinasi ini Indonesia segera mencapai herd immunity dan Indonesia terbebas dari covid-19,” pungkasnya.
Petugas vaksinasi acap menyisir warga di lingkungan. Satu persatu rumah didatangi untuk ditawarkan vaksinasi. Sebelum divaksin, warga terlebih dahulu menjalani skrining. Setelah dinyatakan, petugas kemudian menyuntikkan vaksin kepada warga tersebut.
Vaksinasi door to door juga dilakukan TNI Angkatan Laut Lantamal I. Tim medis dari RS Komang Makes Lantamal I menyasar Pasar Kapuas Belawan. Pedagang, tukang ojek, abang becak dan pekerja diimbau untuk vaksin. Kegiatan ini dilaksanakan dengan adanya permintaan masyarakat Belawan yang tidak punya banyak waktu meninggalkan jual belinya, dan belum mendapatkan vaksin pertama hingga kedua.
Komandan Lantamal I, Laksamana Pertama TNI Achmad Wibisono memerintahkan jajaran menindak lanjuti laporan itu untuk memberikan pelayanan pada masyarakat, terutama pedagang pasar dan perkampungan nelayan memberikan vaksin secara door to door. Sehingga dapat mencapai target program pemerintah vaksinasi Covid-19 dosis pertama dan kedua sebanyak 70 persen sesuai dengan program jumlah penduduk Indonesia bisa tervaksin supaya dapat kekebalan komunal (herd Immunity) dari Covid-19. (Zainul Arifin Siregar)











