FORUM SIMALUNGUN | Dalam upaya memperkuat sinergi antara perusahaan, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, Polsek Silou Kahean menghadiri kegiatan Penyusunan Dokumen Social Impact Assessment (SIA) PT Perkebunan Nusantara IV Regional I Kebun Silau Dunia Tahun 2026 yang berlangsung di Aula PTPN IV Kebun Silau Dunia, Nagori Silau Dunia, Kecamatan Silou Kahean, Kabupaten Simalungun, Senin (8/6/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dihadiri berbagai unsur pemangku kepentingan, di antaranya Manager Kebun Silau Dunia Fachrur Rozi, S.P., tim konsultan yang dipimpin Ir. Mena Uli Tarigan, unsur TNI dan Polri, pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat, serta jajaran perusahaan.
Dalam kesempatan itu, Kanit Binmas Polsek Silou Kahean AIPDA J. Napitupulu bersama Bhabinkamtibmas AIPTU Dody Saragih hadir mewakili Kapolsek Silou Kahean AKP Edy Syahputra, S.H., M.H. Kehadiran Polri menjadi bentuk dukungan terhadap upaya perusahaan dalam menyusun dokumen yang mengkaji dampak sosial operasional perusahaan terhadap masyarakat sekitar sekaligus memperkuat hubungan kemitraan yang harmonis.
Acara diawali dengan pemaparan dari tim konsultan mengenai pentingnya penyusunan dokumen SIA sebagai bagian dari tertib administrasi perusahaan dan instrumen untuk memetakan dampak sosial yang timbul dari aktivitas perusahaan. Konsultan Ir. Mena Uli Tarigan menekankan bahwa keberhasilan operasional perusahaan sangat dipengaruhi oleh hubungan yang baik dengan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.
“Kolaborasi yang kuat antara perusahaan, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang kondusif serta mendukung keberlanjutan operasional perusahaan,” ujar Mena Uli Tarigan dalam pemaparannya.
Pada sesi sambutan, AIPDA J. Napitupulu menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada seluruh peserta. Ia mengajak seluruh stakeholder untuk terus membangun komunikasi yang efektif, menjaga kebersamaan, serta meningkatkan kerja sama dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif.
“Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum semata, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat dan stakeholder. Dengan komunikasi yang baik dan kerja sama yang solid, stabilitas kamtibmas dapat terus terjaga,” kata AIPDA J. Napitupulu.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang melibatkan pihak perusahaan, pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat, serta tim konsultan. Dalam forum tersebut, para peserta membahas berbagai isu sosial yang berkembang di sekitar wilayah perkebunan, kondisi keamanan lingkungan, serta strategi mempererat hubungan kemitraan dan silaturahmi antara perusahaan dengan masyarakat.
Berbagai masukan konstruktif disampaikan peserta sebagai bahan penyusunan dokumen SIA, termasuk pentingnya keterlibatan masyarakat dalam program-program sosial perusahaan dan penguatan komunikasi untuk mencegah potensi konflik sosial di masa mendatang.
Kapolsek Silou Kahean AKP Edy Syahputra, S.H., M.H., menyatakan bahwa Polsek Silou Kahean mendukung penuh kegiatan yang bertujuan membangun hubungan harmonis antarstakeholder sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Menurutnya, sinergi yang baik antara perusahaan, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat merupakan modal penting dalam menciptakan stabilitas wilayah yang mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Cuaca cerah turut mendukung kelancaran seluruh rangkaian acara hingga selesai. Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta hubungan yang semakin harmonis antara perusahaan dan masyarakat, sehingga keberadaan perusahaan dapat memberikan manfaat yang optimal bagi lingkungan sekitar sekaligus mendukung terciptanya kamtibmas yang berkelanjutan di wilayah Kecamatan Silou Kahean. (Yudha)







